Kamis, 4 Juni 2026

Kemensos Gandeng United Tractors Beri Pelatihan Pemuda Papua

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 20 September 2023 | 15:52 WIB
Kemensos Gandeng United Tractors Beri Pelatihan Pemuda Papua. Foto: Kemensos.
Kemensos Gandeng United Tractors Beri Pelatihan Pemuda Papua. Foto: Kemensos.

NAWACITApost.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kerjasama dengan United Tractors, perusahaan yang bergerak dalam bidang mesin konstruksi dan kontraktor penambangan untuk memberikan pelatihan langsung dalam program pelatihan dasar mekanik dan operator alat berat yang berlangsung di United Tractors Jayapura.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan adanya kerjasama ini menunjukkan keyakinan Kemensos dalam kemampuan United Tractors untuk memberikan pelatihan berkualitas.

“Mereka (united tractors) punya standar manajemen kerja yang sudah terbukti, karena itu saya percayakan kepada mereka,” ujar Mensos.

Pelatihan dasar mekanik dan operator alat berat diikuti oleh 38 pemuda dari tiga provinsi, yaitu Nusa Tenggara Timur dengan 3 peserta, Papua Pegunungan dengan 7 peserta, dan Provinsi Papua dengan 28 peserta.

Pelatihan dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas mekanik dengan 18 peserta dan kelas operator dengan 20 peserta. Pelatihan berlangsung selama satu bulan, dimulai dari tanggal 9 Agustus hingga 9 September 2023

Mensos juga mengungkapkan setelah menyelesaikan pelatihan ini, para peserta akan diberikan sertifikasi keterampilan dalam penggunaan alat berat. Adanya sertifikasi ini, diharapkan para pemuda tersebut dapat mencari pekerjaan di sektor konstruksi alat berat.

Risma juga mengakui bahwa pelatihan alat berat ini merupakan yang pertama kali diberikan kepada pemuda Papua. Hal ini bertujuan untuk mendorong agar tenaga kerja asli Papua dapat terserap di berbagai bidang tanpa kalah dengan tenaga kerja dari daerah lain.

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan peluang kepada pemuda yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Kita pikirkan adalah saat dia misalnya lulus SMA, bagaimana dia bisa sekolah selanjutnya atau dia bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Masalahnya tidak semua seperti itu. Nah itu bagaimana kita memikirkan menampung mereka,” kata Mensos.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini