NAWACITApost.com - Nadiem Makarim mengatakan bahwa ke depan, mahasiswa S1 dan Sarjana Terapan tak lagi wajib skripsi untuk lulus. Begitu juga dengan mahasiswa jenjang S2 dan S3, mereka tak lagi wajib mengerjakan tesis atau disertasi, serta tak wajib mengunggah jurnal.
Lalu bagaimana pendapat mahasiswa?
Salah satu mahasiwa jurusan Sistem Informasi Universitas Mulia Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) Rangga Ananda Sofyah memberikan tanggapan terkait kebijakan teranyar tersebut. Menurut Rangga, jika di masa depan skripsi tidak lagi menjadi persyaratan untuk lulus S1, hal itu bisa memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.
"Tanpa skripsi, mahasiswa mungkin bisa lebih fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan pekerjaan," kata Rangga, kepada Nawacitapost.com, di Jakarta, Jumat (1/9/2023).
Namun, kata Rangga, skripsi juga memberikan kesempatan untuk penelitian mendalam dan pengembangan kemampuan analisis. Lebih penting lagi, lanjutnya, skripsi untuk memastikan bahwa alternatif yang diusulkan dapat memenuhi tujuan pendidikan dengan baik dan bisa mengembangkan skill yang mereka pilih.
"Sebenarnya saya setuju saja, tapi ada juga yang nggak setujunya. Karena dari skripsi, kita bisa menyelesaikan sebuah masalah atau problem dari analisa yang kita buat dari skripsinya," kata Rangga.