Jumat, 5 Juni 2026

Muhadjir Effendy Sebut Wanita Indonesia Bekerja di Sektor Informal dan Mendominasi Pekerjaan Keluarga

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 28 Agustus 2023 | 15:06 WIB
Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan bahwa wanita lebih rendah daripada laki laki perihal tingkat partisipasi kerja.

Menurutnya, wanita hanya mendominasi pekerjaan informal dari keluarga yang tidak menerima upah alias tidak dibayar. Padahal, perempuan memiliki resiko dan krentanan spesifik sepanjang hidupnya seperti persalinan dan beban kerja perawatan.

"Di Indonesia, tingkat partikusasi kerja perempuan jauh lebih rendah dibandingkan laki-laki. Mayoritas perempuan bekerja di sektor informal dan mendominasi pekerjaan keluarga yang tidak dibayar," kata Menko PMK, Muhadjir Effendy dalam acara Empowering Equality: Advancing Care Economics and Social Protection di ruang Heritage, Kantor PMK, Jakarta, Senin (28/8/2023).

Muhadjir Effendy menambahkan ekonomi perawatan menjadi semakin penting dalam kontek peningkatan jumlah lansia, pertumbuhan populasi, dan perubahan struktur keluarga.

Selain itu, kerja perawatan juga esensial untuk mempengaruhi kebutuhan kelompok yang memiliki ketergantungan tinggi, seperti usia balita, penyandang disabilitas dan juga lanjut usia.

"Situasi tersebut menuntut pengembangan kebijakan dan program yang dapat umurani beban kerja perawatan yang di alam perempuan serta mengatasi hambatan perempuan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja, seperti layanan perawatan yang kejangkau, mudah diakses, dan berkualitas," paparnya.

"Pengakuan terhadap kerja perawatan, khususnya kerja keperawatan yang tidak dibayar, telah tertuang dalam sustainable development goals target 5.4. Namun tingkat pencapaiannya di setiap negara ASEAN untuk target pengakuan atas kerja perawatan ini masih sangat beragam," sambungnya.

ASEAN untuk target pengampuan atas kerja perawatan ini masih sangat beragam. ASEAN telah menyusun ASEAN Comprehensive Framework on Care Economy pada tahun 2021 sebagai bentuk pengampuan dan panduan pembangunan ikonomi perawatan di ASEAN, seperti penyediaan pelayanan publik, infrastruktur, dan kebicakan perlindungan sosial yang berpihak.

"Kerangka kerja ini mengedepankan keluarga sebagai fondasi ikonomi perawatan. Beban pengasuan atau perawatan umat tangga masih timpang, lebih banyak difikul oleh perempuan karena nomad gender yang banyak berlaku dalam masyarakat," katanya.

Untuk itu, di tahun 2023 ini, Indonesia bersama negara ASEAN juga telah berhasil menyempakati Deklarasi ASEAN mengenai Kestaraan Gender dan Pembangunan Keluarga yang akan kita bawa kepada Kepala Negara ASEAN pada KTT ASEAN ke-43 bulan September

"Dalam deklarasi ini, kami menekankan dan mendorong pemikmur ASEAN untuk mengharus utamakan kestaraan gender serta membangunan ketahanan keluarga sesuai dengan siklus pembangunan manusia, salah satunya melalui peningkatan tanggung jawab kejel keperawatan bersama dalam keluarga," kata Menko PMK, Muhadjir Effendy. (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini