Kamis, 4 Juni 2026

5 Stasiun Kereta Api Nonaktif, Berubah Jadi Pos Polisi hingga Kios Warung Soto  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 3 Februari 2025 | 16:26 WIB
Stasiun Medari yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, beralih fungi menjadi fasilitas kesehatan ibu dan anak.  (X)
Stasiun Medari yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta, beralih fungi menjadi fasilitas kesehatan ibu dan anak. (X)

NAWACITAPOST.COM - Transportasi kereta api di Sleman, Yogyakarta memiliki sejarah panjang yang tidak banyak diketahui masyarakat luas. Meski saat ini hanya tersisa beberapa stasiun yang aktif, dahulu ada lebih banyak stasiun yang melayani perjalanan kereta api di daerah ini.

Jalur kereta Jogja-Secang yang dibangun pada tahun 1903 oleh perusahaan kereta api swasta Belanda, NIS, dulunya menjadi jalur penting yang menghubungkan Yogyakarta dengan wilayah utara. Namun, seiring dengan perkembangan transportasi darat dan bencana alam yang merusak infrastruktur, jalur ini akhirnya dihentikan operasionalnya pada tahun 1970-an.

Beberapa stasiun yang dahulu beroperasi kini telah berubah fungsi menjadi bangunan dengan kegunaan yang sama sekali berbeda. Ada yang beralih menjadi fasilitas pendidikan, kantor pemerintahan, hingga tempat usaha. Meskipun demikian, jejak sejarah masih bisa ditemukan di beberapa lokasi, seperti sisa bangunan asli dan elemen-elemen arsitektur yang masih dipertahankan oleh pemilik bangunan baru.

Berikut adalah beberapa stasiun kereta di Sleman yang kini berubah fungsi, serta bagaimana peran barunya dalam kehidupan masyarakat sekitar.

Citramaja City adalah pilihan hunian yang tepat untuk keluarga masa kini, karena fasilitasnya lengkap, lingkungan hijau, dan akses strategis. (Instagram)

1. Stasiun Tempel berubah menjadi sekolah

Stasiun Tempel dulunya adalah stasiun paling utara di jalur Jogja-Secang dan terletak tidak jauh dari bibir Kali Krasak. Pada awalnya, stasiun ini hanya berupa bangunan semipermanen dari kayu, sebelum akhirnya direnovasi menjadi bangunan permanen dengan arsitektur khas tahun 1950-an.

Hingga kini, beberapa elemen bangunan asli masih bisa ditemukan, seperti tulisan "Pemimpin Perdjalanan KA" pada salah satu pintunya. Saat ini, bangunan tersebut telah beralih fungsi menjadi taman kanak-kanak sekaligus tempat penitipan anak bernama Putra Sembada II.

2. Stasiun Medari menjadi fasilitas kesehatan ibu dan anak

Setelah Stasiun Tempel, terdapat Halte Ngebong yang kini telah berubah menjadi pertokoan, kemudian Stasiun Medari yang berlokasi di kawasan perkampungan padat penduduk di daerah Ganjuran, Sleman. Bangunan Stasiun Medari masih terawat cukup baik, dengan beberapa bagian asli tetap dipertahankan.

Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai perpustakaan dan posyandu bagi warga sekitar. Warga memanfaatkannya sebagai tempat untuk layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk penimbangan balita serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil.

Baca Juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Pandeglang Akan Diaktifkan Kembali, Target Beroperasi 2029    

3. Stasiun Beran berubah menjadi kantor Koramil

Tidak jauh dari Pasar Sleman, dahulu terdapat Stasiun Sleman yang kini sudah tidak bersisa. Bekas area stasiun ini telah menjadi taman kota dan Halte Pangukan.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini