NAWACITAPOST.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) berencana menerapkan transformasi digital di seluruh stasiun KRL sebagai bagian dari program utama tahun 2025. Salah satu dampaknya adalah penghapusan loket tiket secara bertahap.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, mengungkapkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran akan menjadi fokus utama dalam perubahan ini.
Top-up saldo melalui QRIS akan segera diluncurkan bekerja sama dengan beberapa bank, menggantikan transaksi manual di loket.
Selain itu, KAI Commuter juga akan memperkenalkan konsep Smart Station, dimulai dari Stasiun BNI City (Sudirman Baru).
Dalam konsep ini, berbagai layanan seperti informasi, akses masuk-keluar, fasilitas toilet, dan musala akan sepenuhnya berbasis teknologi digital untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia.
Baca Juga: KAI Sumbar pada 1 Febuari Tambah Frekuensi Perjalanan
Namun, Asdo menegaskan bahwa penerapan sistem digital akan disesuaikan dengan kondisi setiap stasiun.
Di stasiun-stasiun kota besar yang masyarakatnya sudah terbiasa dengan pembayaran digital, loket manual akan dihapus lebih cepat.
Sementara itu, di stasiun daerah, loket konvensional tetap beroperasi untuk melayani pengguna yang belum terbiasa dengan sistem digital.
Sebagai alternatif, mesin tiket otomatis (vending machine) juga akan tetap tersedia di stasiun-stasiun yang belum sepenuhnya terdigitalisasi.
Artikel Terkait
KAI Sumbar Selama 2024 Layani 1,8 Juta Orang Naik 6 Persen
Jaga Amanah Negara, KAI Daop 8 Tertibkan Aset Sesuai Prosedur Hukum
PT KAI Daop 8 Akhirnya Akomodasi Penghuni Rumah Negara Kembali dengan Syarat
KAI Sumbar pada 1 Febuari Tambah Frekuensi Perjalanan