Kamis, 4 Juni 2026

Mengenang Peran 5 Tokoh Keturunan Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan RI, Ada yang Jadi Pahlawan Nasional!  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 28 Januari 2025 | 15:14 WIB
John Lie, yang juga dikenal sebagai Daniel Dharma.  (X)
John Lie, yang juga dikenal sebagai Daniel Dharma. (X)

Sho Bun Seng, seorang seniman yang aktif dalam kelompok sandiwara Dardanela, turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan. Pada 1926, ia bergabung dengan kelompok gerilya di Sumatra Barat dan menjadi mata-mata untuk kelompok pro-Indonesia.

Setelah kemerdekaan, Bun Seng tetap aktif membela negara, termasuk dalam menumpas pemberontakan DI/TII. Meskipun akhirnya kembali ke dunia seni, kontribusinya dalam memperjuangkan kemerdekaan tetap dikenang hingga ia dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

4. Tjia Giok Thwam

Tjia Giok Thwam, atau Basuki Hidayat, adalah pejuang kelahiran Surabaya yang bergabung dengan Corps Mahasiswa Djawa Timur (CMDT) pada usia 18 tahun. Ia terlibat dalam berbagai pertempuran melawan Belanda dan menerima sejumlah tanda kehormatan atas jasanya. Setelah berjuang di medan perang, ia melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan dikenang sebagai salah satu tokoh yang menginspirasi generasi muda.

Baca Juga: 5 Destinasi Pecinan Ikonik di Indonesia  

5. Ferry Sie King Lien

Lahir dari keluarga mapan di Solo, Jawa Tengah, Ferry Sie King Lien memilih meninggalkan kenyamanan hidup untuk terjun langsung dalam perjuangan. Pada usia 16 tahun, ia ikut dalam pertempuran melawan Belanda di Solo dan dikenal dengan coretan inspiratifnya: "Eens kompt de dag dat Republik Indonesia zal herrijzen" (Suatu hari Republik Indonesia akan muncul kembali). Meskipun gugur di usia muda, pengorbanannya menjadi simbol semangat juang anak bangsa.

Kisah para pahlawan keturunan Tionghoa ini menunjukkan bahwa perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia adalah hasil kerja keras semua elemen masyarakat. Kita patut menghargai jasa-jasa mereka dan menjadikannya inspirasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

 

 

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini