Kamis, 4 Juni 2026

Pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah Berbeda Rayakan Idul Adha 2023, Ini Penjelasannya

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 19 Juni 2023 | 16:44 WIB
Perbedaan Hari Raya Idul Adha 2023, Pemerintah Indonesia dengan Muhammadiyah
Perbedaan Hari Raya Idul Adha 2023, Pemerintah Indonesia dengan Muhammadiyah

NAWACITAPOST.COM - Idul Idha 2023 ini ada perbedaan antara Pemerintah Indonesia dengan Muhammadiyah.

Berdasarkan sidang isbat, Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Hari Raya Idul Adha 2023 jatuh pada 29 Juni 2023.

Sedangkan, Muhammadiyah telah diputuskan pada 28 Juni 2023.

Dengan begitu, 1 Dzulhijjah 1444H pada hari Selasa 20 Juni 2023 mendatang. Dengan begitu 10 Dzulhijjah atau Idul Adha jatuh pada 29 Juni 2023 mendayang.

Dalam sidang isbat tersebut, ada kriteria baru Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Mabims ditentukan berdasarkan tinggi Bulan minimal 3 derajat, elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat dari aplikasi Astronomis PP Persis.

Hingga Maghrib kemarin, posisi bulan di Indonesia masih 0 derajat 20 sampai 2 derajat 36 menit. Sedangkan sudut elongasinya adalah 4 derajat 40 menit sampai dengan 4 derajat 94 menit.

"Melihat data tersebut, maka pada hari Ahad, 18 Juni 2023 di seluruh wilayah Indonesia, menurut kriteria Imkan Rukyat Baru MABIMS secara teori diprediksi tidak dapat teramati," kata Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia/Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI, Ahmad Izzudin dalam pemaparannya, kemarin.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi hal serupa. Dia menjelaskan jika berdasarkan posisi bulan masih belum memenuhi syarat dan membuatnya tidak mungkin ada kesaksian hilal pada 18 Juni dan kemungkinan 1 Dzulhijjah pada 20 Juni 2023.

Dalam keterangan tersebut, Dia memperkirakan jika posisi bulan pada Maghrib 18 Juni 2023 hanya 2,1 derajat. "Itu terlalu rendah, sehingga hilal yang sangat tipis tidak mungkin mengalahkan cahaya senja yang masih cukup kuat," ia menuturkan.

Sementara itu, untuk 1 Dzulhijjah pada 19 Juni 2023, karena hilal di Arab Saudi sudah terlihat pada 18 Juni 2023. Ini baik dengan kriteria Mabims maupun kriteria astronomi Odeh.

Posisi bulan di Arab Saudi pada Maghrib 18 Juni 2023 sudah mencapai 4,6 derajat dan elongasi geosentrik 7 derajat. Artinya sudah melebihi kriteria Mabims.

Hilal diperkirakan cukup tebal mengalahkan cahaya syafak. Ini membuat hilal kemungkinan bisa dirukyat pada 18 Juni 2023 lalu.

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini