Kamis, 4 Juni 2026

Anemia Tinggi di DKI Jakarta, Apakah Bakso dan Seblak Jadi Penyebabnya? Ini Penjelasannya

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 22 Januari 2025 | 11:25 WIB
Penyebab Anemia Tinggi di DKI Jakarta
Penyebab Anemia Tinggi di DKI Jakarta

NAWACITAPOST.COM - Kasus anemia pada remaja di Indonesia menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data terbaru, angka anemia pada remaja kini tercatat sebesar 16,3 persen, lebih rendah dibandingkan lima tahun lalu.

"Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat bahwa angka anemia remaja telah turun dari 27 persen menjadi 16,3 persen. Namun, angka ini masih tergolong tinggi," ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, dr. Maria Endang Sumiwi, dalam temu media peringatan Hari Gizi Nasional di Jakarta, Selasa, 21 Januari 2025.

Pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah untuk mengurangi kasus anemia, salah satunya melalui pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri.

Pada tahun 2023, dilakukan pemeriksaan hemoglobin pada siswi kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA untuk mengevaluasi efektivitas program tersebut.

Namun, hasil survei menunjukkan adanya disparitas antarwilayah. Meski beberapa daerah mengalami penurunan kasus anemia, kota seperti Jakarta justru mencatat peningkatan.

Baca Juga: Diulas Media Tiongkok, Song Hye Kyo Blak-blakan Ungkap Penyebab Perceraian Dengan Song Jong Ki

Baru-baru ini, perhatian publik juga tertuju pada laporan Dinas Kesehatan Karawang, Jawa Barat, yang mencatat lebih dari 8.000 remaja putri mengalami anemia sepanjang 2024.

Sebanyak 346 di antaranya menderita anemia berat, 3.268 anemia sedang, dan 5.247 anemia ringan.

Muncul dugaan bahwa konsumsi makanan seperti seblak dan bakso menjadi pemicu utama.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Namun, menurut dokter spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, dr. Meta Herdiana Hanindita, hal ini tidak sepenuhnya benar.

"Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah yang fungsional. Penyebab utamanya bukan hanya makanan seperti seblak dan bakso, tetapi juga kurangnya asupan zat besi, terutama dari protein hewani," jelas dr. Meta dalam Media Briefing yang dikutip dari Bisnis Style pada  Rabu, (22/1/2025)

Selain itu, konsumsi minuman seperti teh dan kopi, yang tengah menjadi tren di kalangan remaja, juga dapat menghambat penyerapan zat besi.

Faktor lain adalah kurangnya pengetahuan dan kepedulian tentang pentingnya mencegah anemia, baik dari remaja sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini