Dalam paparannya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengatakan monitoring distribusi PT Pupuk Indonesia (Persero) dilakukan secara live realtime dan terpantau cctv.
“Nomor kendaraan truk, sopir, serta tujuan terpantau CCTV. Pada truk juga dipasang GPS. Sehingga bisa terpantau kalau berhenti atau melenceng pada jalur arah tujuan,” jelasnya.
Dikatakan, PT Pupuk Indonesia (Persero) memiliki 540 gudang yang tersebar di Indonesia dengan kapasitas 29 juta ton. Untuk gudang Kota Serang memiliki kapasitas 200 ton lebih.
Masih menurut Rahmad, semua gudang pupuk terpantau oleh CCTV. Untuk penebusan pupuk, penebus difoto wajah dan e-KTP-nya. Termasuk jumlah dan berapa harga yang harus dibayar.
“Ini sebagai bentuk transparansi supply chain,” ucapnya.(**)