Sabtu, 6 Juni 2026

5 Kota Paling "Berdosa" di Indonesia  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 9 Januari 2025 | 14:53 WIB
Batam menjadi salah satu kota paling "berdosa" di Indonesia.  (X)
Batam menjadi salah satu kota paling "berdosa" di Indonesia. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Perkembangan teknologi yang semakin pesat telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, terutama di kota-kota besar. Namun, kemajuan ini juga diiringi dengan dampak negatif yang signifikan, salah satunya adalah pergaulan bebas dan seks bebas di kalangan remaja.

Lingkungan keluarga yang kurang mendukung dan pengaruh buruk dari pergaulan sering kali menjadi faktor utama yang memicu perilaku ini. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa 97% remaja pernah menonton film porno, sementara 62,7% anak SMP sudah terlibat dalam hubungan seks bebas.

Beberapa kota di Indonesia mencatatkan angka yang cukup tinggi terkait fenomena ini. Kehidupan urban yang penuh dengan hiburan malam, modernisasi, serta minimnya pengawasan moral menjadi penyebab utama tingginya angka pergaulan bebas di kota-kota tersebut.

Kota-kota besar yang sering disebut sebagai pusat pergaulan bebas menunjukkan bahwa masalah ini semakin meresahkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Lima kota ini bahkan kerap dijuluki sebagai kota paling "berdosa" di Indonesia karena tingginya angka pergaulan bebas dan fenomena seks bebas yang mengkhawatirkan.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Berikut adalah lima kota di Indonesia yang paling "berdosa" di Indonesia.

1. Jakarta

Sebagai ibu kota negara, Jakarta memiliki kehidupan modern dan dinamis yang menjadi daya tarik tersendiri. Di balik gemerlapnya, Jakarta juga mencatatkan angka seks bebas tertinggi di Indonesia. Pada 2020 silam, polisi mengungkap klinik aborsi yang telah beroperasi selama 5 tahun di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat. Dari Januari 2019 hingga April 2020, tercatat sebanyak 2.638 pasien menjalani aborsi di klinik tersebut.

2. Surabaya

Surabaya dikenal dengan sejarah panjang lokalisasi Dolly, yang dulunya merupakan tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara. Meskipun sudah resmi ditutup, pengaruhnya masih terasa hingga kini. Kota ini juga menjadi salah satu dengan angka penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, di Surabaya tercatat ada 243 kasus pasien HIV/AIDS aktif dengan antiretroviral therapy (ART).

3. Bandung

Sebagai kota besar yang dikenal dengan julukan kota kembang, Bandung juga tidak terlepas dari fenomena seks bebas. Berdasarkan penelitian dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK), kota ini memiliki angka seks bebas yang cukup tinggi. Kawasan lokalisasi Saritem bahkan sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda. Namun, tempat prostitusi tersebut telah ditutup sejak 18 April 2007. Tetapi, praktik prostitusi diduga masih berlangsung secara diam-diam di lokasi ini.

4. Medan

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini