“Jadi semua orang pada usia produktif memang harus bekerja. Kalau begitu, pemerataan kesempatan kerja itu menjadi penting,” jelasnya.
Baca Juga: BRI Bangun Kolaborasi Berdayakan UMKM untuk Pemulihan Ekonomi di Ponorogo
Ketiga, pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pertumbuhan ini melibatkan pemerataan hasil pembangunan dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat tumbuh bersama.
Sunarso menegaskan bahwa investasi pada human capital harus dimulai dengan memperbaiki nutrisi dan pangan. Dengan langkah ini, diharapkan pemerataan dan inklusivitas ekonomi dapat terwujud, yang pada akhirnya akan membawa Indonesia keluar dari perangkap pendapatan menengah.
“Investasi yang penting adalah human capital, dan kalau mau memperbaiki human capital, perbaiki dulu nutrisi dan pangan. Dan kemudian kita tunggu, untuk pemerataan butuh inklusivitas pertumbuhan,” ujar Sunarso.
Artikel Terkait
Rayakan HUT ke-129, BRI dan Kuy Media Group Hadirkan Mini Soccer Clash
BRI Dukung Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman 5.000 Pohon di Desa Kutuh Bali
BRI Perluas Digitalisasi Perbankan, BRImo Resmi Hadir di Timor Leste
BRI Sukses Raih Dua Penghargaan Prestisius di Bank Indonesia Awards 2024
Transformasi Digital BRI Raih Prestasi di Digital Banking Awards 2024