Kamis, 4 Juni 2026

BRI Perkuat Dukungan untuk UMKM, Salurkan KUR Rp158,6 Triliun hingga Oktober 2024  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 22 November 2024 | 23:35 WIB
BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).   (Istimewa)
BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Hingga akhir Oktober 2024, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp158,6 triliun kepada 3,4 juta debitur.

Selain itu, BRI juga fokus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui strategi graduasi. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan perlunya pendekatan berbeda dalam penyaluran KUR pada masa mendatang. Ia mengusulkan dua skema utama, yaitu untuk mendorong inklusi keuangan dan mempersiapkan pelaku UMKM menuju fase pre-graduasi.

“KUR harus mulai berbeda skemanya. Menurut saya ada dua skema, yakni dalam rangka inklusi dan dalam rangka menyiapkan graduasi atau pregraduasi,” jelas Supari dalam diskusi bertajuk Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional melalui Pembiayaan Usaha Produktif, di Jakarta (13/11).

Ia menambahkan, pengalaman BRI menunjukkan bahwa plafon KUR Mikro yang saat ini mencapai Rp100 juta sering kali tidak digunakan sepenuhnya. Sebagian besar debitur hanya memanfaatkan pinjaman di kisaran Rp30 juta hingga Rp40 juta. Dengan plafon maksimal Rp50 juta untuk tahap inklusi, BRI dapat memperluas akses pembiayaan.

Baca Juga: Bupati Serang Resmikan Jembatan Luwung Semut Kragilan

“Kalau dalam kerangka inklusi, agar yang mengakses semakin banyak, plafonnya sampai Rp50 juta saja. Selebihnya seperti apa? Kita siapkan KUR untuk pre-graduasi,” terangnya.

Sementara itu, pelaku UMKM yang konsisten dan memenuhi kriteria pre-graduasi dapat mengakses plafon hingga Rp70 juta sebelum beralih ke kredit komersial. BRI juga mencatat dampak positif dari penyaluran KUR. Berdasarkan kajian yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), rata-rata pendapatan debitur KUR meningkat antara 32%-50%, sedangkan keuntungan usaha bertambah sekitar 34%-38%.

“Kalau KUR plafon di bawah Rp50 juta itu bisa mengakses sampai dengan Rp70 juta dan stay selama 3-4 siklus, dia sudah siap ke kredit komersial,” ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha yang menerima KUR cenderung memiliki tenaga kerja 28% lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak menerima KUR. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, turut menyampaikan dukungan pemerintah dalam optimalisasi KUR. Pemerintah sedang menyusun skema pembiayaan KUR yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“Sehingga, harapannya program KUR juga dapat membantu program prioritas tersebut,” katanya.

Baca Juga: Kapolri Pastikan Kabag Ops Polres Solsel Di Pecat dan Proses Pidana

Untuk ketahanan pangan, misalnya, sekitar 30% dari total KUR yang telah disalurkan selama ini dialokasikan ke sektor pertanian. Fitur reguler pada KUR Mikro maupun KUR Kecil juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi dan infrastruktur pangan.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis yang menyasar pelaku usaha di sektor penyediaan makanan dan minuman turut memanfaatkan KUR. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang berperan sebagai pemasok bahan baku juga mendapatkan dukungan pembiayaan melalui program ini.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini