Jumat, 5 Juni 2026

Edy Rahmayadi Janji Perjuangkan Pemekaran Kepulauan Nias Menjadi Provinsi Baru  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 18 November 2024 | 14:32 WIB
Lompat Batu salah satu budaya Indonesia asal Kepulauan Nias yang terkenal di dunia.  (X)
Lompat Batu salah satu budaya Indonesia asal Kepulauan Nias yang terkenal di dunia. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Calon gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Edy Rahmayadi, berjanji akan memperjuangkan pemekaran Kepulauan Nias menjadi provinsi baru. Kepulauan Nias sendiri mencakup empat wilayah administratif, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias Barat.

Dalam kampanyenya yang berlangsung di Desa Adat Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan pada hari Jumat, 15 November, Edy mengungkapkan dukungannya terhadap wacana tersebut. Ia berharap bahwa di masa mendatang Kepulauan Nias dapat berdiri sebagai provinsi baru yang terpisah dari Sumatera Utara.

"Saya akan ikut berjuang untuk pemekaran Kepulauan Nias dari Sumut. Semoga Nias menjadi suatu provinsi baru ke depan," kata Edy Rahmayadi, dikutip Senin (18/11/2024).

Edy, yang berpasangan dengan Hasan Basri Sagala sebagai calon wakil gubernur, menyatakan telah merencanakan sejumlah program prioritas untuk mendukung pembangunan di wilayah tersebut. Program-program tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perkebunan, hingga pariwisata di Nias Selatan.

Baca Juga: Susunan Pimpinan DPRD Kota Bekasi 2024-2029  

Dalam bidang pendidikan, Edy menyoroti rendahnya rata-rata lama sekolah di wilayah tersebut, yang saat ini hanya mencapai 6,48 tahun. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam programnya.

"Pendidikan, rata-rata lama sekolah masih rendah, masih 6,48 tahun. Karenanya pendidikan untuk sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, harus kita pacu, ini prioritas kita," ujarnya.

Selain itu, Edy juga menjanjikan perbaikan fasilitas umum, seperti sekolah dan jalan provinsi. Saat ini, dari total 23,7 km panjang jalan provinsi di Nias Selatan, sekitar 11,6 km di antaranya dalam kondisi rusak. Ia menyatakan akan melakukan perbaikan secara bertahap sambil mempersiapkan Kepulauan Nias agar siap menjadi provinsi baru di masa depan.

Edy, yang pernah menjabat sebagai Ketua PSSI, mengaku telah beberapa kali mengunjungi Pulau Nias. Ia merasa cukup akrab dengan wilayah kepulauan tersebut, mengingat pengalamannya mengirim bantuan ke sana pada tahun 2016 saat menjabat sebagai Pangkostrad.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Pertanyakan Sertifikat Laik Fungsi Gedung Vertikal  

Pada waktu itu, ia mengirim tiga generator berkapasitas besar ke Pulau Nias melalui pesawat Hercules, meskipun akhirnya harus mendarat di Sibolga karena landasan di Nias tidak memadai. "Saya kirim pakai (pesawat) Hercules, tapi karena nggak bisa landing di lapangan di Nias ini, akhirnya mendarat di Sibolga dan dibawa pakai kapal ke sini," katanya.

Di Pulau Nias sendiri, Edy menyatakan bahwa sudah banyak program pembangunan yang sedang berjalan, termasuk proyek multiyears senilai Rp2,7 triliun untuk pembangunan jalan. Namun, proyek tersebut belum sempat terealisasi karena masa jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara berakhir pada 5 September 2023.

"Belum sempat dibangun di Nias ini, namun karena berakhir masa jabatan saya 5 September 2023 lalu, akhirnya proyek itu dihentikan, supaya nanti kalau itu jadi, biar tidak menjadi karpet merah bagi Edy untuk jadi gubernur lagi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini