NAWACITAPOST.COM - Ribuan jemaat memadati Sentul International Convention Center (SICC) pada Sabtu, 2 November 2024. Mereka antusias mengikuti kebaktian Menara Doa Pelayan Jemaat (MDPJ) yang dipimpin oleh Gembala Pembina, Pdt Niko Nyotorahardjo.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, acara ini menjadi momen istimewa ketika Pdt Niko memberikan berkat khusus kepada Gerakan Indonesia Berdoa. Gerakan ini merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menggalang doa bersama bagi bangsa Indonesia menjelang Pilkada pada 27 November 2024.
"Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk memohon perlindungan dan campur tangan Tuhan agar Pilkada dapat berlangsung aman, damai tanpa konflik dan kekerasan," ujar Pdt Niko, dikutip Kamis (7/11/2024).
Acara ini dipenuhi lebih dari 12.000 jemaat yang datang dari berbagai daerah untuk bersatu dalam pujian dan penyembahan. Para pelayan jemaat duduk di barisan depan dengan penuh perhatian, sementara ratusan anak muda bersemangat maju ke depan panggung, menyatakan rasa syukur dan sukacita dalam ibadah tersebut.
Momen-momen ini bukan sekadar ritual, tetapi mengisyaratkan semangat dan komitmen mereka untuk berdoa demi bangsa, terutama menjelang Pilkada yang akan datang. Pdt Niko menyampaikan pesan rohani yang mendalam kepada para jemaat, mengingatkan akan "Pentakosta Ketiga," yaitu sebuah masa penuaian jiwa besar-besaran yang diharapkan dapat mengubah kehidupan banyak orang.
Ia berbagi pengalaman pribadinya saat berkunjung ke Azusa Street Prayer Tower di Los Angeles dan saat menghadiri Simposium Pentakosta Ketiga di Cleveland, Tennessee. Melalui kisah-kisah tersebut, Pdt Niko mengajak jemaat untuk mendukung gerakan doa ini dan mengarahkan fokus doa demi kemakmuran dan kedamaian Indonesia.
Gerakan Indonesia Berdoa ini bertepatan dengan Tahun Pey Hey dalam kalender Ibrani, tahun 5785, yang menyimbolkan pentingnya kekuatan mulut (Pey) dan kasih karunia (Hey). Konsep ini diangkat dalam gerakan ini sebagai simbol doa yang dapat mendatangkan kasih karunia ganda untuk Indonesia.
Tahun Pey Hey, yang memiliki makna "Tahun Kasih Karunia Ganda," diharapkan dapat mengilhami bangsa untuk lebih banyak berdoa demi kelancaran dan keamanan Pilkada. Dengan tema "mulut" sebagai simbol komunikasi positif dan ucapan berkat, Tahun Pey Hey menjadi sangat relevan dalam konteks Pilkada mendatang.
"Dalam dekade ini, ada fokus pada bagaimana kata-kata dapat membangun atau menghancurkan, memberkati atau mengutuk. Mulut menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan kasih karunia dan berkat kepada orang lain. Dalam konteks spiritual, dekade ini mengajak individu untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih banyak berdoa," papar Pdt Niko.
Para pemimpin gerakan ini berharap melalui doa dan ucapan yang penuh berkat, bangsa Indonesia dapat menarik perlindungan Tuhan sehingga Pilkada dapat berlangsung damai dan tanpa konflik. Setelah kebaktian, panitia Gerakan Indonesia Berdoa, yang diwakili oleh beberapa tokoh seperti Pdt Andy Markus, Pdt Suyapto Tandyawasesa, dan Cecilia T Sianawati, diberi kesempatan untuk menerima doa berkat khusus dari Pdt Niko.
Pdt Niko juga menyampaikan dukungannya secara langsung, memperkuat keyakinan panitia bahwa upaya mereka akan diberkati dan didukung secara rohani. Para panitia mengungkapkan rasa syukur mereka atas doa tersebut.
Mereka berharap bahwa Gerakan Indonesia Berdoa akan mempersatukan banyak gereja dan komunitas di Indonesia, yang bersama-sama akan mendoakan kedamaian bangsa. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada masyarakat Indonesia di dalam negeri, tetapi juga mengajak para diaspora yang berada di berbagai negara untuk turut ambil bagian.
Artikel Terkait
SDM yang Mumpuni Lahirkan Pemimpin Transformasional
Kodim 1710/Mimika Gelar Samapta Periodik
Kepala BNPB Tinjau Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki
Kalapas Karawang Tegaskan Kalau Ada Petugas Yang Minta Biaya Layanan, Laporkan!
BPSDM Hukum dan Kumham Gelar Rakor Akselerasi Corporate University 2024 untuk Pengembangan SDM Menuju Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan