Selasa, 2 Juni 2026

Erupsi Gunung Lewotobi, Flores Timur Tanggap Darurat Selama 58 Hari  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 5 November 2024 | 11:21 WIB
Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur (sumber foto : Humas Badan Geologi)
Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur (sumber foto : Humas Badan Geologi)

NAWACITAPOST.COM - Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Andriko Noto Susanto, mengumumkan status tanggap darurat selama 58 hari di Kabupaten Flores Timur menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi beberapa hari lalu. Status tanggap darurat ini berlaku mulai 4 November hingga 31 Desember 2024 untuk mengatasi dampak bencana di wilayah terdampak.

"Bupati Flores Timur telah mengeluarkan keputusan tentang penetapan status tanggap darurat yang berlaku selama 58 hari terhitung sejak tanggal 4 November sampai tanggal 31 Desember 2024 mendatang," kata Andriko, Selasa (5/11/2024).

Andriko menyebutkan bahwa keputusan tanggap darurat selama hampir dua bulan ini akan memberi fleksibilitas bagi pemerintah untuk memperpanjang masa tanggap darurat jika situasi belum sepenuhnya terkendali.

"Nanti kalau misalnya di dalam masa tanggap darurat tiga bulan pertama ini belum cukup, maka akan bisa kita lanjutkan ke tanggap darurat berikutnya. Jadi keputusan ini penting agar segala upaya dapat kita kerjakan secara maksimal,” imbuhnya.

Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Butuh Rp 750 Triliun  

Selain itu, Andriko juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah menerima laporan korban jiwa dan kerusakan material akibat erupsi. Erupsi ini berdampak pada tiga kecamatan di Kabupaten Flores Timur, yakni Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Ile Bura, dan Kecamatan Titehena.

Hingga saat ini, dilaporkan bahwa terdapat 10 korban jiwa, dengan rincian 4 laki-laki dan 6 perempuan. Sementara itu, sebanyak 53 orang mengalami luka-luka.

"Tadi saya juga sudah mendapatkan laporan terkini terkait dengan korban, jadi ada 10 korban. Laki-lakinya ada 4, perempuannya ada 6," kata dia.

Para korban luka-luka, yang sebagian besar berasal dari Desa Dulipali, Klatanlo, dan Hokeng Jaya, telah mendapat perawatan di Puskesmas Boru dan Puskesmas Lewolaga. Satu korban yang mengalami luka serius dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka.

Andriko mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan keselamatan dan menjauh dari radius tujuh kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Selain itu, warga yang terpapar hujan abu dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini