Kamis, 4 Juni 2026

Jababeka Catat Kinerja Gemilang pada Kuartal Ketiga 2024  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 1 November 2024 | 09:36 WIB
Kawasan Jababeka. (X)
Kawasan Jababeka. (X)

NAWACITAPOST.COM - PT Jababeka Tbk (KIJA) berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan pada sembilan bulan pertama tahun 2024 (9M24), dengan pendapatan mencapai Rp 3,3 triliun, meningkat 47% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.

Lonjakan ini dipengaruhi oleh kinerja yang kuat di berbagai segmen bisnis perusahaan, terutama di sektor pengembangan lahan dan properti, khususnya di kawasan Kendal.

Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, menyatakan bahwa laba bersih KIJA pada periode ini mencapai Rp 769,7 miliar, tumbuh 232% dibandingkan tahun lalu. "KIJA mencatat peningkatan pendapatan sebesar 47% menjadi Rp 3,367 miliar, memperkuat posisi keuangan dengan kas mencapai hampir Rp 2 triliun pada akhir kuartal ketiga," ujar Budianto, dikutip Jumat (1/11/2024)

Sektor properti menjadi pendorong utama pendapatan KIJA, dengan pilar Land Development & Property yang meningkat hingga 65% mencapai Rp 1,8 triliun. Peningkatan ini terutama berasal dari penjualan tanah matang, yang naik dari Rp 822,9 miliar pada 9M23 menjadi Rp 1,4 triliun pada 9M24.

Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Rp 15 Triliun untuk Cetak Sawah, Target Swasembada Pangan 2028  

Penjualan tanah di Kendal turut berperan besar dengan lonjakan dari Rp 800,9 miliar menjadi Rp 1,2 triliun. Segmen infrastruktur juga menunjukkan pertumbuhan dengan kenaikan 32% menjadi Rp 1,4 triliun.

Pertumbuhan ini terutama dipicu oleh peningkatan permintaan listrik dari sektor industri di Cikarang dan Kendal, serta peningkatan harga gas dari US$6 per mmbtu menjadi US$8,7 per mmbtu sejak Januari 2024.

Segmen jasa dan pemeliharaan turut mengalami kenaikan 11%, dari Rp 285,2 miliar menjadi Rp 317 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan layanan di kawasan industri Kendal dan Cikarang yang semakin meningkat, sementara dry port atau pelabuhan darat juga berkontribusi dengan pendapatan Rp 186 miliar, naik dari Rp 143,1 miliar tahun lalu.

Pendapatan dari sektor Leisure & Hospitality turut mengalami kenaikan menjadi Rp 99,1 miliar pada 9M24, didorong oleh peningkatan pada segmen golf sebesar 3% dan segmen pariwisata sebesar 9%. Golf tetap menjadi kontributor utama dengan 65% dari total pendapatan sektor ini.

Baca Juga: Pendapatan Garuda Indonesia Naik, Tapi Rugi Catat Rugi Rp 2 Triliun pada Kuartal III/2024

Pendapatan berulang, terutama dari bisnis infrastruktur, menyumbang 42% dari total pendapatan KIJA pada 9M24. Namun, kontribusinya sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 47%, karena proporsi pendapatan dari sektor properti yang lebih besar.

Laba kotor perusahaan juga meningkat 39% menjadi Rp 1,4 triliun, meskipun marjin laba kotor turun dari 44% menjadi 42%, disebabkan oleh faktor-faktor seperti harga gas yang lebih tinggi, dan volatilitas dalam sektor listrik.

Selain peningkatan pendapatan operasional, kinerja laba bersih juga dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar yang positif, dengan keuntungan bersih dari valuta asing mencapai Rp 73,6 miliar pada 9M24, berbalik dari kerugian Rp 75,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di segmen Land Development & Property, pra-penjualan (marketing sales) Jababeka mencapai Rp 2,3 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp 2,5 triliun. Penjualan dari kawasan industri Kendal menyumbang 73% dari total, sementara produk residensial dan komersial lainnya menyumbang 12%.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini