Kamis, 4 Juni 2026

Kinerja Moncer, Bank Syariah Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp5,1 Triliun di Kuartal III 2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:07 WIB
BSI berhasil bukukan laba bersih Rp5,1 triliun.  (X)
BSI berhasil bukukan laba bersih Rp5,1 triliun. (X)

NAWACITAPOST.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), yang lebih dikenal sebagai BSI, berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih yang signifikan di kuartal III 2024. Dengan pencapaian laba sebesar Rp5,1 triliun, angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 21,6% year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba tercatat sebesar Rp4,2 triliun.

Laporan keuangan terbaru yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, Selasa (29/10/2024), menunjukkan bahwa pendapatan BSI setelah distribusi bagi hasil mencapai Rp13,46 triliun hingga September 2024.

Ini meningkat 4,56% yoy dibandingkan Rp12,87 triliun pada periode yang sama tahun 2023. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan Net Operating Margin (NOM) BSI menjadi 2,81%, dibandingkan 2,57% pada periode sebelumnya, yang mencerminkan efisiensi operasional BSI dalam memaksimalkan pendapatan.

Pendapatan berbasis komisi atau fee-based income juga memainkan peran penting dalam mendorong laba BSI. Pendapatan komisi BSI tumbuh hingga 23,28% yoy menjadi Rp1,54 triliun, meningkat dari Rp1,25 triliun pada kuartal III 2023.

Baca Juga: Kemenaker Pastikan Tak Ada PHK di Sritex  

Selain itu, pendapatan lainnya naik sebesar 14,07% yoy, mencapai Rp987,32 miliar, yang sebelumnya tercatat Rp865,53 miliar. Pendapatan yang beragam ini menunjukkan langkah BSI dalam memperkuat sumber pendapatan non-pembiayaan.

Sejalan dengan peningkatan laba, BSI juga berhasil mengelola beban pemulihan kerugian penurunan nilai atau impairment dengan lebih baik. Beban impairment menurun dari Rp2,28 triliun pada kuartal III 2023 menjadi Rp1,69 triliun pada kuartal III 2024, mengindikasikan penurunan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

Di sisi fungsi intermediasi, BSI mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,32% yoy, dengan total pembiayaan mencapai Rp266,46 triliun per September 2024, dibandingkan Rp231,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini turut mengerek total aset BSI menjadi Rp370,72 triliun, naik 15,91% dari Rp319,85 triliun di tahun sebelumnya.

BSI juga menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan risiko kreditnya. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing loan (NPF) gross turun menjadi 1,97% pada September 2024, dari sebelumnya 2,21% pada periode yang sama tahun lalu. Rasio NPF net juga mencatatkan penurunan menjadi 0,56% dari 0,61%.

Baca Juga: BCA Jadi Pemberi Utang Terbesar bagi Sritex, Ini Jumlahnya  

Sampai dengan September 2024, BSI berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp301,22 triliun, yang tumbuh 14,92% yoy dari Rp262,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan DPK ini terutama didorong oleh dana murah, yang mencapai Rp185,83 triliun atau naik 18,88% dari Rp156,31 triliun pada tahun lalu.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini