Kamis, 4 Juni 2026

Transaksi QRIS Tembus Rp188,36 Triliun pada Kuartal III/2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:23 WIB
Ilustrasi transaksi dengan menggunakan QRIS.   (X)
Ilustrasi transaksi dengan menggunakan QRIS. (X)

NAWACITAPOST.COM - Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) selama kuartal III/2024. Transaksi QRIS tumbuh sebesar 209,61% secara tahunan (year-on-year/YoY), dengan total transaksi mencapai Rp188,36 triliun. Penggunaan QRIS terutama difokuskan pada transaksi di sektor makanan dan minuman, yang mendominasi pembayaran.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa QRIS telah menjadi instrumen pembayaran digital yang mengalami pertumbuhan pesat. “Pertumbuhan YoY ini mencapai nominal Rp188,36 triliun. Tidak ada instrumen lain yang tumbuh lebih dari 200%, hanya QRIS yang mencatatkan angka setinggi itu," ujar Filianingsih dalam konferensi pers, Rabu (16/10/2024).

Filianingsih, yang akrab disapa Fili, menekankan bahwa QRIS telah menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga. Konsumsi ini merupakan kontributor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. Ia menambahkan bahwa dari sisi volume, transaksi yang menggunakan QRIS telah mencapai angka 4,08 miliar, jauh melampaui target BI tahun 2024 yang hanya 2,5 miliar transaksi.

“Saat ini, volume transaksi sudah mencapai 163,6% dari target, dengan total pengguna QRIS mencapai 53,3 juta atau 82% dari target kami sebesar 55 juta pengguna,” jelasnya.

Baca Juga: Boy Thohir Ungkap Rencana Pembangunan Taman Safari di IKN oleh 16 Bos Tambang

Mayoritas penggunaan QRIS ditemukan pada transaksi di sektor makanan dan minuman (mamin), yang mencakup sekitar 35,9% dari total transaksi. Selain itu, sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 16,93%. Sektor lain seperti salon kecantikan, periklanan, dan komunikasi juga menggunakan QRIS, meskipun kontribusinya tidak sebesar mamin dan horeka.

“Dengan dominasi sektor-sektor tersebut, jelas bahwa QRIS telah menjadi kanal pembayaran yang efektif dalam menopang daya beli masyarakat, terutama bagi kelas menengah ke bawah,” ujar Fili.

Dalam upaya mendukung para pelaku usaha mikro (UMI), Bank Indonesia pun memberikan kebijakan berupa Merchant Discount Rate (MDR) sebesar 0% bagi transaksi QRIS hingga Rp500.000, yang sebelumnya hanya berlaku untuk transaksi di bawah Rp100.000. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban pedagang kecil dan memacu penggunaan QRIS secara lebih luas.

BI optimistis bahwa pertumbuhan transaksi QRIS akan terus berkontribusi positif terhadap ekonomi Indonesia. Pertumbuhan pesat penggunaan QRIS dianggap sebagai salah satu indikator bahwa masyarakat Indonesia semakin adaptif terhadap teknologi pembayaran digital. Perluasan kanal pembayaran berbasis QR ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga mempercepat inklusi keuangan di berbagai kalangan.

Baca Juga: Daftar Lengkap 49 Calon Menteri dan 59 Wamen Kabinet Prabowo-Gibran, Siapa Saja yang Masuk?  

Penggunaan QRIS yang tinggi di sektor ritel makanan dan minuman, serta sektor jasa seperti hotel dan restoran, menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman menggunakan metode pembayaran digital. Selain itu, BI juga mencatat bahwa jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS telah mencapai 34,2 juta, mencerminkan tingginya adopsi sistem ini di kalangan pedagang.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini