Pemerintahan yang terdiri dari koalisi 13 partai politik tersebut memerlukan banyak posisi menteri untuk menyeimbangkan kepentingan partai-partai tersebut. Meskipun India yang bersebelahan juga memiliki 76 menteri, India memiliki populasi lebih dari 1,3 miliar orang dengan 28 negara bagian dan delapan wilayah persatuan, membuat situasi mereka sangat berbeda.
Afrika Selatan di bawah kepemimpinan Presiden Cyril Ramaphosa juga mencatatkan jumlah menteri yang besar. Pada 2024, kabinet Ramaphosa terdiri dari 75 menteri, menjadikannya kabinet terbesar dalam sejarah Afrika Selatan.
Ramaphosa sempat merencanakan pengurangan jumlah menteri untuk meningkatkan efisiensi, namun hal ini tidak dapat diwujudkan karena adanya kebutuhan untuk menyertakan seluruh partai politik dalam pemerintahan persatuan nasional.
Baca Juga: BPS Catat Ekspor Kopi Indonesia Capai 342 Ribu Ton Hingga September 2024
Kabinet yang gemuk ini memicu kritik karena dianggap akan menghambat efektivitas pemerintahan dan membebani anggaran negara. Hal ini semakin diperparah dengan konfigurasi baru yang sebenarnya hanya memerlukan 15 kementerian, bertentangan dengan susunan kabinet yang ada.
Artikel Terkait
Bapenda Provinsi Banten Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan Denda Pajak Kendaraan
Kesbangpol Ajak Organisasi Keagamaan Sukseskan Pilkada Kabupaten Serang 2024
Beri Pengarahan, Ini Pesan Kakanwil Kemenkumham Sulsel Kepada Jajarannya
Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Kanwil Kumham Sumut Gelar Apel Kenaikan Pangkat, Kalapas : Tingkatkan Kinerja
Tingkatkan Pengawasan Orang Asing Jelang Pilkada Serentak di Provinsi NTB