Jumat, 5 Juni 2026

Jelang Seabad PERTI, Diharapkan Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Kontribusi Kemajuan Dakwah Islam

Photo Author
Daud Gaspersz, Nawacita Post
- Rabu, 16 Oktober 2024 | 00:37 WIB
Muzakarah Ulama dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), (Foto: Red.)
Muzakarah Ulama dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), (Foto: Red.)

NAWACITAPOST.COMPersatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) menggelar Muzakarah Ulama dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Mercure Hotel, Jakarta, Selasa (15/10). Acara ini dirancang untuk menghadirkan diskusi-diskusi strategis mengenai pengembangan organisasi dan pendidikan Islam.

Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pembina PP PERTI, Dr. H. Osman Sapta. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga pemukulan gong sebagai tanda dibukanya Rakernas kali ini.

Ketua panitia, Drs. H. Pasni Rusli, memberikan laporan acara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum PP PERTI, Dr. H. M. Syarfi Hutauruk, MM. Selain itu, pemutaran film dokumenter mengenai sejarah tokoh-tokoh PERTI seperti Inyiak Canduang dan Prof. Dr. H. Abdul Samad menambah nuansa pembukaan.

Rakernas kali ini fokus pada berbagai isu penting, termasuk kebijakan haji dan umrah serta pendidikan Islam. Dialog mengenai kebijakan BPKH dan Kementerian Agama terkait penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan utama, dengan kehadiran pembicara dari Dirjen Haji dan Umrah serta Kepala BPKH.

Diskusi berlanjut dengan membahas korelasi antara kurikulum "Merdeka Belajar" dan pendidikan agama, serta inovasi pendidikan pesantren di era digital.

Pertemuan ini juga menyentuh berbagai isu keorganisasian, pendidikan, dakwah, tasawuf, dan ekonomi umat dalam sidang-sidang komisi. Rekomendasi dari setiap komisi akan dibahas dan disetujui dalam rapat pleno yang diadakan hingga malam hari.

Oso, yang menjelaskan tentang sejarah organisasi PERTI yang berdiri sejak 1928, menyatakan bahwa Ketua Umum PERTI saat ini memiliki rencana matang untuk masa depan organisasi.

"Saya terus berkomunikasi dengan beliau mengenai cara mengembangkan organisasi yang telah ada sejak 1928, dan beliau sudah menyiapkan rencana-rencana yang jelas," ungkap Oso kepada awak media.

Oso juga menekankan pentingnya menghormati agama lain, namun tidak perlu tunduk pada ajaran yang tidak sesuai dengan prinsip PERTI.

PERTI yang digagas oleh Syekh Sulaiman Ar-Rasuli atau yang juga dikenal Inyiak Canduang, juga turut membangun bangsa melalui jalur dakwah, amal sosial dengan melibatkan peran ulama, mursyid hingga tokoh dan pemimpin bangsa.

Saat ditanya mengenai pentingnya media komunikasi, Oso mengungkapkan bahwa media sosial kini menjadi sarana penting untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Ia menyarankan agar organisasi terhubung dengan media agar publik mengetahui eksistensi PERTI.

Ketum Hanura ini berharap rakernas dapat memperkuat konsolidasi organisasi dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia. Menurut OSO, organisasi PERTI harus lebih dikenal masyarakat, sehingga semakin berkembang.

"Saya menekankan pentingnya menjangkau media sosial agar masyarakat memahami bahwa ada organisasi besar yang peduli pada umat," tutupnya.

Halaman:

Editor: Daud Gaspersz

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini