NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan dua bangunan penting di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yaitu Istana Garuda dan Istana Kepresidenan, pada Jumat (11/10/2024). Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Jokowi ke IKN untuk melihat langsung perkembangan proyek besar yang sedang dibangun di sana.
Menurut Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, Jokowi tidak hanya meresmikan gedung pemerintahan, tetapi juga berfokus pada pembangunan ekosistem yang lebih luas di kawasan tersebut. “Kayaknya ada beberapa peresmian dan groundbreaking, termasuk Istana Negara,” ujar Ari kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/10/2024).
Dalam pembangunan IKN, Jokowi menekankan bahwa konsep yang dibangun tidak hanya sekadar membangun gedung pemerintahan, tetapi juga mencakup fasilitas pendukung yang akan menciptakan ekosistem kehidupan baru di Nusantara. Ekosistem ini mencakup berbagai infrastruktur penting yang diharapkan dapat mendukung perkembangan kota baru tersebut dalam jangka panjang.
Baca Juga: Kominfo Blokir 3,8 Juta Situs Judi Online
Setelah ekosistem dasar ini selesai, pemerintahan selanjutnya diharapkan akan melanjutkan proses pemindahan ibu kota secara formal melalui penandatanganan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Nusantara.
Selain peresmian dua bangunan tersebut, kunjungan Jokowi ke IKN juga akan melibatkan sejumlah pengusaha terkemuka. Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, sebelumnya telah mengajak 16 pengusaha tambang, termasuk Boy Thohir dari Adaro, untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di IKN.
Dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/10/2024), Rosan menekankan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan minat para pengusaha dalam berinvestasi di proyek IKN. Boy Thohir, salah satu pengusaha yang turut serta, menyebutkan bahwa melihat langsung perkembangan di lapangan akan memberikan keyakinan lebih kuat bagi para investor.
“Seeing is believing. Biar mereka bisa melihat pembangunan yang begitu baik, begitu lancar di IKN ini. Sehingga mereka makin tertarik untuk berinvestasi lebih besar,” jelas Rosan.
Baca Juga: Formappi Kritik Pembentukan Badan Aspirasi Rakyat, Sebut Tidak Ada Urgensinya
Dalam kesempatan itu, Rosan juga mengungkapkan bahwa beberapa konsorsium sudah dibentuk untuk menggarap berbagai sektor di IKN, mulai dari sektor lifestyle, theme park, hingga food and beverage. Sejauh ini, komitmen investasi yang telah masuk ke IKN dari pihak swasta mencapai Rp58,6 triliun, sementara dari pemerintah sekitar Rp85 triliun.
Rosan meyakini bahwa kerja sama antara pemerintah dan pengusaha tambang ini akan mempercepat realisasi pembangunan di IKN. "Ini adalah kerja sama dari para pengusaha tambang untuk membangun IKN bersama-sama," tambahnya.
Dengan diresmikannya Istana Garuda dan Istana Kepresidenan, serta adanya minat besar dari kalangan pengusaha, IKN Nusantara diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan menjadi pusat pemerintahan baru yang modern, mandiri, dan ramah lingkungan di masa mendatang.
Artikel Terkait
Perdana, Menkumham Hadiri Rapat Kabinet di IKN dan Sambangi Lapas Balikpapan
Dua Generasi Soekarno Peringati HUT ke-79 RI: Megawati Hadiri Upacara PDIP, Puan Maharani Baca Proklamasi di IKN
UNESA Siap Ekspansi ke IKN: Rencana Ambisius di Peringatan Dies Natalis ke-60
Langkah Awal Imigrasi Balikpapan Bangun Jaringan Komunikasi Andal di Wilayah IKN
Jokowi Pastikan ASN Pindah ke IKN Januari 2025