Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Disepakati untuk membuat buku sejarah lahir dan berdirinya Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), progam pencapaian HIMNI di setiap masa periode kepengurusan, dan DPP HIMNI harus punya kantor sekretariat. Begitulah salah satu penggalan kalimat dari pertemuan Pendiri HIMNI dan DPP HIMNI yang dipimpin oleh Saroziduhu Zebua dan Senses Wijaya, di Hotel Aston Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (8/1/2022), jelas Otoli Zebua (OZ) ketika berbincang dengan nawacitapost.com, diruang kerjanya, Senin (10/1/2022).
Baca Juga : Terkait Rakernas ke-6, Sekretaris MPO HIMNI Agustus Gea : Standar Pengurus Berikutnya Sudah Tinggi
Adapun pendiri HIMNI yang hadir : Saroziduhu Zebua, Agustus Gea, M. Sinufa Zebua, Jacob D Harita, F Telambanua, Sense Wijaya, Idaman Zega, dan secara Daring Firman S Harefa mengikuti dari Nias, pada Sabtu (8/1/2022), sedangkan DPP HIMNI : Ketua Umum Marinus Gea (Ketua Umum), Otoli Zebua biasa disapa OZ (Sekretaris Jenderal), dan Marinus Nazara (Bendahara Umum).
Baca Juga : Momentum Rakernas HIMNI ke-6, Direktur Eksekutif CISA : Organisasi Ini Telah Menjadi Sokoguru Bagi Negara dan Pulau Nias
Pertemuan pendiri dan pengurus HIMNI penuh dengan suasana keakraban. Inti dan tujuannya, bukan untuk pendiri dan pengurus DPP HIMNI saat ini. Melainkan untuk generasi milenial dan penerus HIMNI di masa mendatang.
-
Para pendiripun menyampaikan tetang apa yang dialami, dirasakan dan dilihat kala HIMNI berdiri. Ada banyak peristiwa yang terjadi kala itu.
Beberapa faktor yang mendukung lahirnya HIMNI antara lain: Faktor politik, ekonomi, sosial, budaya dan faktor lainnya.
Dalam hal politik, HIMNI bukan organisasi politik sebagaimana yang tercantum dalam AD/ART organisasi ini. Jika ada pengurus HIMNI aktif dalam politik itu beratribut pribadi, hak masing masing orang yang dijamin oleh undang undang bukan mengatasnamakan HIMNI, tegas OZ.
-
Yang jelas dan pasti pertemuan itu. Ingin mempertegas bahwa kerinduan masyarakat Nias di perantauan itu harus disatukan. Supaya bisa mensinergikan kekuatan Ono Niha dimanapun berada. Salah satu yang bisa melaksanakan kerinduan itu, secara berdaya guna adalah HIMNI yang bukan hanya slogan tetapi benar-benar diaktualisasikan menjadi Bersatu Kita Bisa.
Hal lainnya terkait itu. Pertemuan DPP HIMNI dan pendiri, menandakan HIMNI semakin diperhitungkan.
Lebih dari itu HIMNI harus menjadi penegak utama empat (4) pilar kebangsaan Indonesia : Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bineka Tunggal Ika, pungkasnya.