Baca Juga: Bank Muamalat Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk Amal Usaha Muhammadiyah
Selanjutnya, inklusivitas dan budaya kolaborasi adalah kunci. Inilah cara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan. "Tugas kita sekarang adalah mengarusutamakan paradigma ini di luar ASEAN melalui Pandangan ASEAN mengenai Indo-Pasifik (AOIP)," kata Retno.
Tahun lalu, pelaksanaan AOIP dipercepat dengan mengadakan Forum Indo-Pasifik ASEAN (AIPF). Sebagai tindak lanjut, Dewan Penasihat Bisnis ASEAN Indonesia kini bekerja untuk membentuk Jaringan Bisnis Indo-Pasifik ASEAN.
Inisiatif untuk memiliki arsitektur regional berbasis AOIP akan dibahas pada KTT ASEAN mendatang di bulan Oktober, dengan rencana mengadakan AIPF ke-2 bekerja sama dengan sektor bisnis ASEAN.
Dalam sepuluh tahun terakhir, ASEAN telah mencapai pencapaian signifikan. Tak lupa, Retno menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mitra yang telah bekerja sama erat untuk memperkuat ASEAN, serta kepada Sekretariat atas dukungan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Inspirasi Nama Bayi Perempuan Nia Beserta Maknanya
"Energi kita harus digunakan untuk membangun kepercayaan dan keyakinan guna mengembangkan kerja sama dan kolaborasi, karena itulah yang dibutuhkan dunia dari kita semua. Apa pun yang akan datang di masa depan, ASEAN akan terus berkembang," tandasnya
Artikel Terkait
Pembakaran Al Quran, Menlu Retno: Jangan Berlindung di Balik Freedom of Expression
Kemenlu Imbau WNI Tunda ke Israel dan Palestina
Menlu Retno Serukan DK PBB Ambil Langkah Tegas Terkait Konflik Israel-Palestina
DK PBB Diam, Menlu Retno: Indonesia Tak Akan Mundur Bela Rakyat Palestina
Audiensi dengan Kemenlu, PB HMI MPO Dorong Pemerintah Upayakan Gencatan Senjata di Palestina