Minggu, 19 Juli 2026

Perbandingan Biaya Operasional Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana yang Lebih Hemat?

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 10:57 WIB
Ilustrasi mobil listrik.  (X)
Ilustrasi mobil listrik. (X)

NAWACITAPOST.COM - Mobil listrik semakin diakui sebagai moda transportasi masa depan yang akan menggantikan mobil berbahan bakar konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE). Ada dua keunggulan utama yang terus digaungkan oleh produsen dan pemerintah, yaitu mobil listrik nol emisi sehingga lebih ramah lingkungan dan biaya pemakaian yang lebih murah.

Keunggulan pertama yang menonjol dari mobil listrik adalah ketiadaan emisi gas buang yang merusak lingkungan. Dengan tidak adanya pembakaran bahan bakar fosil, mobil listrik tidak menghasilkan polutan seperti karbon dioksida (CO2) yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Ini menjadikan mobil listrik pilihan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk masa depan.

Selain ramah lingkungan, mobil listrik juga menawarkan biaya pemakaian yang jauh lebih hemat dibandingkan mobil berbahan bakar minyak (BBM). Perbedaan mendasar terletak pada cara menghitung biaya operasional. Mobil BBM memerlukan pengisian bensin atau solar secara rutin, sedangkan mobil listrik hanya memerlukan pengecasan daya listrik.

Manager Research & Development Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Anton Khristanto, menjelaskan perbandingan biaya pemakaian ini. “Kita beli bensin 1 liter untuk berapa kilometer, sedangkan mobil listrik hanya memerlukan satu kali charging untuk menempuh jarak tertentu. Misalnya, satu kali charging bisa menempuh jarak 400 km,” ujar Anton, dikutip Selasa (6/8/2024).

Baca Juga: Kinerja Keuangan Ciputra Development Melesat di Semester I-2024

Sebagai gambaran, biaya pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN saat ini sebesar Rp 2.466 per kilowatt hour (kWh), sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023. Dengan biaya tersebut, mengisi penuh baterai mobil listrik Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range yang memiliki kapasitas 72,6 kWh hanya memerlukan biaya sekitar Rp 179.031 untuk menempuh jarak hingga 451 km. Ini berarti, biaya operasional mobil listrik ini hanya sekitar Rp 393 per km.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari bandingkan dengan mobil penumpang Hyundai di segmen Low MPV, yaitu Hyundai Stargazer. Berdasarkan tes konsumsi BBM, Stargazer menggunakan bensin Pertamax RON 92 dengan konsumsi sekitar 12,26 km per liter.

Dengan harga Pertamax saat ini sebesar Rp 13.200 per liter, biaya untuk mengisi penuh tangki 40 liter adalah Rp 528.000. Dengan jarak tempuh maksimal 490 km, biaya operasional Stargazer mencapai sekitar Rp 1.078 per km.

Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dan keuntungan ramah lingkungan, mobil listrik menawarkan solusi transportasi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Meskipun harga awal mobil listrik mungkin lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional, penghematan jangka panjang dari biaya operasional dan kontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih menjadikan mobil listrik pilihan menarik di masa depan.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini