NAWACITAPOST.COM - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan bahwa realisasi investasi selama semester pertama 2024 mencapai Rp 829,9 triliun, berhasil menyerap 1.225.042 tenaga kerja. Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaedi, menyampaikan hal ini dalam acara "10 Tahun Pemerintahan Jokowi di Bidang Konstruksi, Infrastruktur, dan Investasi" di Jakarta pada Rabu (31/7/2024).
"Penyerapan tenaga kerja sampai dengan satu semester ini mencapai 1,2 juta," ungkap Edy.
Nilai investasi di wilayah Jawa mencapai Rp 413,7 triliun, naik 27,8 persen secara tahunan. Sementara itu, investasi di luar Jawa mencapai Rp 416,2 triliun, tumbuh 17,3 persen dari tahun sebelumnya.
Edy menyoroti bahwa peningkatan investasi di kedua wilayah, Jawa dan luar Jawa, sangat signifikan selama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Komposisi investasi Jawa dan luar Jawa sangat signifikan kenaikannya selama kepemimpinan Pak Bahlil di Kementerian Investasi,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan Pemilik Daycare Wensen School Meita Irianty sebagai Tersangka Penganiayaan Balita
Di sektor hilirisasi, investasi mencapai Rp 181,4 triliun pada semester I-2024. Investasi ini mencakup lima sektor utama: mineral (Rp 114,1 triliun), kehutanan (Rp 24,5 triliun), pertanian (Rp 23,6 triliun), minyak dan gas (Rp 13,2 triliun), dan ekosistem kendaraan listrik (Rp 6 triliun). Edy berharap bahwa hilirisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa total realisasi investasi semester I-2024 sudah mencapai 50,3 persen dari target Presiden Joko Widodo sebesar Rp 1.650 triliun. “Alhamdulillah, jadi siapa pun yang menjadi penerus saya ke depan tinggal mencapai 49,7 persen dari target presiden,” kata Bahlil dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Investasi, Jakarta, Senin (29/7/2024).
Secara rinci, realisasi investasi terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 421,7 triliun, yang tumbuh 16,1 persen secara tahunan, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 408,2 triliun, yang melesat 29,4 persen dari tahun sebelumnya.
Bahlil menilai bahwa pertumbuhan “double digit” dari realisasi PMA adalah pencapaian yang sangat positif. “Di balik ketidakpastian ekonomi global, kita tetap bersyukur publik global masih mempercayai negara kita menjadi salah satu tujuan investasi,” tutur Bahlil.
Baca Juga: Prabowo Sebut Rusia sebagai 'Teman Baik', Ungkap Peran Krusial dalam Dukungan Militer Indonesia
Dengan pencapaian ini, pemerintah optimis dapat mencapai target investasi yang telah ditetapkan. Keberhasilan dalam menarik investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, menunjukkan stabilitas dan daya tarik ekonomi Indonesia di mata para investor global.
Artikel Terkait
Bos Pakuwon Tetap Optimistis Investasi di IKN
KSO PT KVP dan APP Hadirkan Andava Aparthouse: Investasi Properti Menarik di Jantung Jakarta
Sky House BSD+: Hunian Nyaman di Pusat CBD BSD City dengan Potensi Investasi Tinggi
Peluang Investasi: Mengintip Prospek Saham PWON dan CTRA
Berkat Holding Ultra Mikro Nasabah PNM Mekaar Ini Berani Memulai Investasi