Minggu, 26 Juli 2026

Ahli Forensik Ungkap Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:14 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Soal ditetapkannya Ipda OS menjadi tersangka atau tidak dalam kasus penembakan di Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) tepatnya di pintu keluar Bintaro yang menelan satu korban jiwa, Ahli Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menjelaskan tergantung dari hasil rekonstruksi di lapangan.

Ia menilai Ipda OS mungkin saja 'selamat' dari penetapan tersangka jika hasil rekonstruksi memenuhi sejumlah tingkat kegentingan.

Pertama petugas harus terlebih dahulu memberikan teguran secara lisan pada target yang dianggap membahayakan. Jika teguran diabaikan maka polisi bisa menunjukan senjata api pada si target.

Polisi bisa meletuskan tembakan peringatan ke udara untuk menciutkan nyali si sasarannya jika target masih mengelak.

Langkah terakhir bila masih tidak diindahkan, Polisi diperbolehkan mengarahkan senjata ke arah bagian tubuh. "Itulah titik yang menentukan bagi seorang petugas menerima atau memiliki pembenaran," tegas Reza saat dihubungi.

Namun kata Reza, bila dalam situasi kegentingan yang datangnya secara tiba-tiba, tentu petugas kepolisian tidak bisa menggunakan langkah demi langkah susuai dengan SOP. Ada situasi di mana petugas harus mengambil langkah cepat dalam mengambil tindakan meski itu harus meletupkan tembakan ke arah target.

"Jadi apakah tembakan itu hasil kalkulasi kegentingannya berkalkulasi apakah tembakannya panik karena kegentingannya berlangsung tiba-tiba itu juga yang masih harus diselidiki," tegas Reza.

Namun saat ini yang menjadi pertanyaan besar, kata Reza, apakah Ipda OS meletuskan pistol sudah sesuai dengan tingkat kegentingan seperti yang disebutkan di atas.

"Ditetapkan sebagai tersangka memang pada akhirnya tergantung rekonstruksi juga," cetusnya.

Reza tak mengetahui pasti, apa sebab saksi di lapangan dan staf khusus ketua DPRD DKI berinisial O seperti menghilang ditelan bumi. Dia tidak mau menerka-nerka ke mana mereka pergi atau memang disembunyikan oleh petugas kepolisian. "Saya tak tahu di mana mereka (saksi-saksi)," pungkasnya.

Simak informasi menarik lainnya di youtube NAWACITA TV 


https://youtu.be/1XJ-_JJVL5I

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini