Baca Juga : Rutan Kelas IIB Sipirok Kanwil Kemenkumham Sumut Bersama Dinkes Kabupaten Tapanuli Selatan Melakukan Sosialisasi Terkait TB dan HIV-AIDS
Khusus di Tapanuli Selatan (Tapsel), yang mana pada tahun 2021 jumlah penduduknya 314.887. Ternyata dari jumlah tersebut masih ada 40 kepala keluarga warga asal Nias yang tinggal di hutan Desa Lumban Huayan Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel, dengan mata pencaharian bercocok tanam.
Seperti dilansir Indomedia Selasa (23/11/2021) dengan judul Puluhan Kepala Keluarga Tinggal di Hutan Tapanuli Selatan, Kurang Perhatian. Mereka yang tinggal di hutan itu, ternyata kurang mendapat perhatian berbagai pihak. Akibatnya, Selain kurangnya peningkatan ekonomi, puluhan anak- anak sekolah, juga harus berjalan kaki melewati hutan kurang lebih 10 kilometer untuk belajar di SD hingga SMA/SMK di sekolah terdekat.
"Yang sedih itu, anak anak kami harus melewati hutan dan kebun warga untuk bisa bersekolah di SD, SMP dan SMA/SMK yang ada di pinggir jalan besar Tano Tombangan, bahkan ada yang kurang lebih puluhan kilometer jauhnya. Dan, diperlukan waktu 3 jam untuk sampai di sekolah. Dilakukan secara berkelompok pergi dan pulangnya ke dan dari Sekolah, untuk menghindari binatang buas, " tambah J. Harefa dengan mata berkaca kaca.
"Dari dulu sudah begini, jadi tidak ada yang aneh. Memang kalau dibandingkan di templain, kami jauh tertinggal" ujar J. Harefa (36) warga Desa Aek Parupuk Kecamatan Tano Tombangan Angkola saat di jumpai wartawan indomedia.co Selasa (23/11/2021) siang.
"Kami hanya bisa berharap agar berbagai pihak, termasuk pemerintah untuk bisa meningkatkan perekonomian kami. Pendidikan untuk anak cucu kami, sehingga kami bisa menikmati pembangunan" ujar J. Harefa berharap.
Yang jelas dan pasti, ditarik lebih dekatnya pada soal perhatian, seharusnya Pemda setempat yang pertama melakukannya. Tanpa ada warga asal daerah tertentu. Pasalnya, negara menjamin dalam UU, ketika warga mendiami daerah di Indonesia, maka hak dan kewajibannya terjamin. Artinya negara (Pemda) harus hadir dan mengatasi persoalan -persoalan tersebut. Terutama warga asal Nias yang tinggal di hutan Tapsel harus mendapat perhatian dari Pemda setempat, khususnya sarana pendidikan dan kesehatan yang bisa terjangkau.