Kamis, 4 Juni 2026

Menlu Retno Ajak Selandia Baru Jadi Penghubung ASEAN dengan Pasifik

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 26 Juli 2024 | 15:27 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi. (Foto: Kemlu RI)

NAWACITAPOST.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi dalam pertemuan New Zealand Post Ministerial Meeting di Vientiane, Laos Jumat, (26/7/2024) mengajak ASEAN dan Selandia Baru terus perkuat kemitraan dan menjadi penghubung ASEAN dengan Pasifik.

“Tahun depan, kemitraan ASEAN dan Selandia Baru akan genap berusia 50 tahun. Momentum baik ini perlu kita manfaatkan untuk memajukan hubungan kita," ucap Retno.

Dalam pertemuan tersebut, Menlu menyampaikan dua hal yang perlu dilakukan ASEAN dan Selandia Baru untuk majukan kemitraan.

Pertama, terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas kawasan. Salah satunya adalah melalui kerja sama antar dua kawasan bebas senjata nuklir.

Baca Juga: Menlu Retno Hadiri Pertemuan AMM/PMC Hari ke-2 di Laos, Ini 5 Isu Penting yang Dibahas

Sebagaimana diketahui ASEAN memiliki Traktat Kawasan Asia Tenggara Bebas Senjata Nuklir (SEANWFZ), sementara Selandia Baru merupakan pihak dari Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan (the South Pacific Nuclear Free Zone).

Untuk menciptakan Kawasan yang lebih stabil dan damai, Indonesia mengusulkan dibentuknya kerja sama antar dua kawasan bebas senjata nuklir, salah satunya melalui dialog dan berbagi pengalaman dalam menjalankan kedua Traktat dimaksud.

Kedua, menjalin kerja sama konkret antara ASEAN dan kawasan Pasifik.

“Selandia Baru penting bagi ASEAN, khususnya untuk terus mendukung ASEAN dalam menjalin hubungan dengan Kawasan Pasifik," ucap Retno.

Baca Juga: KPAI Sebut Anak Korban Pornografi Capai 481 Kasus

Tahun lalu, saat keketuaan Indonesia di ASEAN, ASEAN dan Sekretariat PIF menyepakati untuk melakukan kerja sama.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia mengusulkan dibentuknya sebuah rencana aksi, misalnya untuk kerja sama di bidang ekonomi biru, termasuk untuk perikanan dan budi daya ikan, konservasi laut dan bio-diversity.

Pejabat setingkat Senior Official antara ASEAN dan Selandia baru dapat menindaklanjuti dan membahas lebih detail rencana aksi tersebut.

Selain itu, Indonesia juga menyambut baik pemberlakukan Upgraded ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area (Upgraded AANZFTA).

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini