Minggu, 19 Juli 2026

Menlu Retno Hadiri Pertemuan AMM/PMC Hari ke-2 di Laos, Ini 5 Isu Penting yang Dibahas

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 26 Juli 2024 | 10:12 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi

NAWACITAPOST.COM - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menghadiri pertemuan AMM/PMC ke-57 hari ke-2 di Vientiane, Laos Kamis, (25/07/2024).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno membahas lima isu penting yaitu sentralitas ASEAN, AIOP, Myanmar, Laut China Selatan dan isu Palestina.

Pertama terkait ASEAN, Retno menegaskan pentingnya ASEAN tidak menjadi proksi kekuatan manapun.

“Sekali ASEAN menjadi proksi, maka akan sulit bagi ASEAN memainkan peran sentral dan tetap menjadi 'jangkar' bagi terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan,” tutur Retno dikutip melalui keterangan tertulis Kemlu RI.

Baca Juga: Presiden Jokowi Luncurkan Golden Visa, Undang Talenta Dunia Masuk ke Indonesia

Kedua, mengenai keberlanjutan implementasi AOIP. Indonesia pastikan agar implementasi AOIP tetap diarustamakan baik dalam kegiatan ASEAN maupun dengan mitra wicaranya.

"Sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) tahun lalu, tahun ini akan diselenggarakan Pertemuan ke-2 AIPF di sela-sela KTT ASEAN KE-44 dan ke-45 di Vientiane Oktober mendatang. Indonesia juga berharap AIPF dapat diselenggarakan di Malaysia tahun depan," lanjutnya.

Untuk keberlanjutan AOIP, Menlu lebih lanjut mengusulkan inisiatif Indonesia agar ASEAN dapat menyusun dan menyepakati Deklarasi AOIP sebagai rujukan utama arsitektur kawasan, sebagaimana disebutkan dalam dokumen Concord IV.

Ketiga, mengenai isu Myanmar. Menlu Retno menyampaikan kekecewaannya terkait tidak adanya progres 5PC oleh Myanmar. Ia juga kembali menyampaikan mengenai situasi di Myanmar yang semakin buruk.

Baca Juga: Menparekraf Harapkan Peluncuran Golden Visa Tingkatkan Jumlah Investasi di Sektor Parekraf

"Myanmar yang semakin buruk antara lain ditandai dengan meningkatnya konflik internal yang sebabkan meningkatnya pengungsi internal, meningkatnya berbagai aktivitas kejahatan lintas batas, antara lain online scam dan perdagangan obat-obatan terlarang di mana korbannya mayoritas adalah warga negara Asia Tenggara. Data UNODC menunjukkan bahwa terjadi peningkatan perdagangan opium di Myanmar," ujarnya.

Keempat, mengenai isu Laut China Selatan. Menlu Retno menyampaikan bahwa eskalasi di kawasan semakin nyata dan mengkhawatirkan.

“Satu salah langkah di Laut China Selatan, akan mengubah api kecil menjadi badai api yang mengerikan," katanya.

Adanya hal tersebut, Menlu Retno menekankan kembali pentingnya penyelesaian CoC (Code of Conduct).

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini