Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Jelekong kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.
Faozul menjabarkan, Lapas Jelekong bekerjasama dengan Yayasan Residivis yang berguna sebagai jembatan untuk menyalurkan warga binaan agar bisa bekerja di luar saat WBP sudah selesai masa binaannya. Residivis ialah pengulangan suatu tindak pidana oleh pelaku yang sama, yang mana tindak pidana yang dilakukan sebelumnya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, serta pengulangan terjadi dalam jangka waktu tertentu.
“Dalam membina WBP bukan hanya kewajiban kami, tetapi berasal dari tiga faktor, yaitu dari petugas, dari WBPnya sendiri dan masyarakat. Terkadang kita sudah membina warga binaan dengan terampil pun, kalau keluar itu masih susah dalam mencari pekerjaan. Maka di sini kami bersinergitas dengan ada Yayasan Residivis, gunanya untuk menyalurkan warga binaan untuk bekerja di luar,” ujar Faozul.
Faozul menambahkan, total penghuni 1.195 WBP selalu diberikan pembinaan baik secara kepribadian, kemandirian, jasmani maupun rohani.
Pembinaan kepribadian antara lain Pramuka, Therapic Community dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Sedangkan dalam pembinaan kemandirian ialah kerajinan kayu, konveksi, pertanian, panen sayuran, peternakan, pengelasan, pembuatan sandal kunjungan dan pembuatan kavling blok.
[video width="480" height="848" mp4="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/750x500/photo/nawacitapost/2021/10/WhatsApp-Video-2021-10-01-at-22.28.27.mp4"][/video]
“Kami juga mempunyai konveksi seperti tas dan kaos. Kantor Wilayah Jawa Barat dan beberapa Yayasan sudah banyak yang memesan ke kami. Dengan hasil yang lumayan itu, kita bisa menyumbangkan beberapa penghasilan untuk negara,” ujar Faozul.
Dalam pembinaan jasmani, WBP rutin mendapatkan asupan makanan sebanyak tiga kali sehari sekaligus pemberian vitamin untuk menaikan imun WBP.
“Beberapa minggu sekali kami memberikan vitamin untuk menaikan imun WBP, dari segi makanan juga bagus tiga kali sehari. Kita juga sudah dapat penghargaan berbasis HAM,” ucap Faozul.
-
Untuk kerohanian, Faozul mengatakan WBP rutin mendapatkan ceramah dari ustadz di hari Jumat untuk yang beragama Islam dan kegiatan ibadah untuk non muslim di hari Minggu.
Mengenai prestasi, Faozul menjelaskan Lapas Jelengkong mendapat penghargaan untuk kategori pencegahan penyelundupan narkoba nomor tiga untuk wilayah seluruh Indonesia.
“Selama saya memimpin hampir satu tahun, kami sudah 12 kali ikut penggagalan masuknya barang (narkoba) ke dalam lapas. Saat ulang tahun mesyarakatan, kami mendapat penghargaan untuk kategori pencegahan penyelundupan narkoba nomor tiga untuk wilayah seluruh Indonesia,”
Untuk diketahui, Lapas Jelekong bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar guna mengelola kembali sampah untuk hal yang menghasilkan.
“Kita juga bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar karena saat ini di lapas sampah menjadi suatu masalah serius. Tapi di sini sampah bisa jadikan uang karena sampah kita kelola kembali dengan melibatkan semua WBP. Bahkan kita bisa mengasih premi kepada WBP,” pungkas Faozul.
Mengenai jiwa kepemimpinanya, Faozul menegaskan setiap kebijakan selalu ia sosialisasikan dengan brain storming pada saat apel atau coffee morning. Ia memberi pengertian kepada para jajaran, akan menindak tegas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) jika kedapatan melakukan penyalahgunaan wewenang.