Kamis, 4 Juni 2026

KemenKopUKM Dukung Penanaman Lamun Sebagai Aksi Nyata Pengembangan Ekonomi Pesisir

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Kamis, 4 Juli 2024 | 21:53 WIB
KemenKopUKM Dukung Penanaman Lamun Sebagai Aksi Nyata Pengembangan Ekonomi Pesisir (Foto: KemenKopUKM )
KemenKopUKM Dukung Penanaman Lamun Sebagai Aksi Nyata Pengembangan Ekonomi Pesisir (Foto: KemenKopUKM )

Baca Juga: Pastikan Lapas Abepura Aman dan Kondusif, Kakanwil Kemenkumham Papua Beri Penguatan Tusi Bagi Jajaran

"Selain memberikan perlindungan dan habitat bagi banyak spesies laut, lamun juga memainkan peran penting dalam mengurangi emisi karbon dioksida dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim," ucap Siti.

Mengenai program Lamun Warrior, Siti menyatakan bahwa ini adalah upaya berkelanjutan yang terus berjalan. "Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dan mendukung upaya konservasi ini. Setiap langkah kecil yang kami ambil, termasuk menanam lamun, merupakan kontribusi nyata untuk keberlanjutan Bumi," lanjut Siti.

Siti mengajak semua pihak untuk berkolaborasi aktif dalam menjaga ekosistem lamun dan mengatasi perubahan iklim. "Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak yang ingin menyebarkan pesan positif untuk bumi. Bersama-sama, kita dapat menciptakan perubahan nyata dan menjaga masa depan bumi," tutur Siti.

Pada kegiatan ini, para relawan dan peserta menerima penjelasan tentang teknik penanaman lamun dari Aidin Fitrah, Koordinator program Lamun Warrior.

Baca Juga: Sumbang Empat Emas, Pencak Silat Berjaya di Kategori Seni

Penanaman dilakukan saat air laut surut menggunakan metode seed bag, memastikan kondisi ideal sebelum pasang air kembali. Monitoring yang cermat setelah penanaman juga penting untuk memastikan pertumbuhan bibit yang optimal dan adaptasi alami di lingkungan laut.

Inisiatif ini merupakan kegiatan menanam lamun terbesar kedua di Indonesia setelah sebelumnya diinisiasi Lamun Warrior pada 28 Oktober 2023. Berdiri pada Hari Lamun Sedunia, 1 Maret 2020, Lamun Warrior telah tumbuh menjadi komunitas yang mendorong keterlibatan global dalam pelestarian ekosistem Bumi. Motto mereka, "Seagrass Prosperity," menguatkan pesan #NoSeagrassNoFuture.

Pengetahuan dan Pengalaman

Cantika, salah satu relawan dari Voluntourism Warrior 2024, menyatakan kegembiraannya mendapatkan pengetahuan baru dan pengalaman praktis dalam konservasi lingkungan. "Mempelajari tentang lamun dan berpartisipasi dalam kegiatan menanam lamun pertama kali sungguh menyenangkan. Terima kasih, Lamun Warrior,” ujar Cantika.

Dukungan penuh juga diucapkan Said Sudrajat selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau berharap kepada semua pihak berperan aktif dalam pelestarian ekosistem laut termasuk lamun “Semoga nanti kegiatan ini terus kita laksanakan tidak hanya bersifat seremonial, dan sifatnya nanti akan kita jadikan kebiasaan sehari-hari” ujar Said.

Setelah penanaman yang berlangsung sekitar 1 jam, para peserta Gerakan Menanam 1000 Lamun bersama-sama membersihkan pantai dengan mengambil serasah lamun kering yang ada di pantai.

Kegiatan dilanjutkan dengan launching product SULAM (Sutra Lamun) yang diharapkan dapat menjadi cikal bakal industri fesyen yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

SULAM merupakan produksi benang dari serasah lamun kering yang dibuat menjadi produk feysen bekerja sama dengan pemuda lokal dan ibu-ibu pesisir untuk memproduksinya melalui program Bank Lamun yang diinisiasi oleh Lamun warrior.

Lamun kering yang sebelumnya sudah dikumpulkan di pantai nantinya akan diolah menjadi produk bernilai manfaat, salah satunya SULAM (benang yang menjadi kain dari sutra lamun), sabun lamun, dan Lamun Paper yang terbuat dari serasah lamun.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini