Kamis, 4 Juni 2026

9 Bendungan Megah di Era Jokowi tahun 2015-2020

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Senin, 23 Agustus 2021 | 11:49 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Indonesia merupakan negeri dengan sawah dan ladang yang membentang di setiap pulaunya, yang puluhan juta rakyat hidup dari pertanian.

Pada era pemerintahan Jokowi-Maruf terfokus untuk mebangun infrastruktur, terutama bendungan dan irigasi, Sepanjang 2015 hingga 2020.

Pemerintah berhasil membangun beberapa bendungan baru diseluruh tanah air.

Berikut kami rangkum dalam 9 bendungan yang telah diresmikan presiden Joko Widodo.

1. Bendungan Tapin
Bendungan Tapin merupakan bendungan yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan.Bendungan yang telah mulai dibangun akhir 2015 dan selesai akhir 2020 lalu ini menelan biaya sebesar Rp986,5 miliar dengan kapasitas tampung 56,7 juta meter kubik.



Kapasitas ini dianggap cukup dalam pengendalian banjir di Provinsi Kalimantaj selatan dan juga memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan irigasi seluas 5.472 hektar.

Selain untuk pengendalian banjir serta ketahanan air dan pangan, Bendungan Tapin memiliki potensi besar sebagai destinasi pariwisata di Kalimantan Selatan.

Keberadaan bendungan ini juga diharapkan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau sebagai Ibu Kota Kabupaten Tapin dan sekitarnya sebesar 500 liter/detik, konservasi air, dan untuk PLTA sebesar 3,30 MW.

Baca juga: 9 Proyek Besar Indonesia yang akan Rampung Tahun 2021-2022 di Era Jokowi


2. Bendungan Sindangheula

Bendungan Sindangheula merupakan bendungan yang terletak di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

-


Dengan luas area genangan mencapai 129 hektare. Waduk ini memiliki potensi 0,4 Megawatt dan bisa jadi potensi wisata lokal. Manfaat lain adalah pengendalian banjir daerah hilir khususnya Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Bendungan ini merupakan proyek strategis nasional dengan kapasitas 9,3 juta meter kubik dan bisa menyumbang air baku untuk Serang dan Cilegon.

Dengan kemampuan suplai air baku 800 liter per detik, Bendungan Sindangheula mampu meningkatkan produksi pertanian di Banten. Kapasitas air 9,3 juta meter kubik bisa mengaliri irigasi ke 1.280 hektare sawah yang ada di Serang dan sekitarnya.

Selain itu, kawasan industri di Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon bisa memanfaatkan air baku dari bendungan ini hingga 0,80 meter kubik per detik. Saat ini separuhnya yaitu 0,40 meter kubik sudah dimanfaatkan oleh Provinsi Banten.

3. Bendungan Tukul

Bendungan Tukul yang terletak di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, dibangun di lahan seluas 44,81 hektar.

-


Tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik. Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kubik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu, bendungan Tukul juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik.

4. Bendungan Napun Gete

Bendungan Napun Gete merupakan bendungan yang terletak di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

-


Bendungan Napun Gete memiliki kapasitas tampung 11,2 juta m3 dan direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 300 hektar.

Bendungan Napun Gete selain memiliki luas genangan 99,78 hektar, juga memiliki keistimewaan yaitu base flow-nya lebih bagus dari Rotiklot di Kabupaten Belu dengan kapasitas tampung 3,3 juta m3 dan Raknamo di Kabupaten Kupang yang memiliki kapasitas 13 juta meter kubik.

Selain untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 m3/detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,1 MW. Bendungan ini juga bermanfaat sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan Napun Gete menelan anggaran hingga 880 miliar, menggunakan biaya APBN yang dilaksanakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pelaksanaan sejak Januari 2017. Diharapkan dengan selesainya bendungan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 khususnya di bidang pertanian.

5. Bendungan Rotiklot

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

-


Pembangunan bendungan ini dimulai sejak ground breaking pada Desember 2015 oleh Jokowi,dengan daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik. Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Bendungan ini menelan biaya dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2015-2018 dengan nilai kontrak konstruksi sebesar 497 miliar. presiden berharap masyarakat Kabupaten Belu bisa merasakan manfaat kehadiran Bendungan Rotiklot ini.

6. Bendungan Gondang

Bendungan Gondang merupakan bendungan yang berada di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

-


Bendungan Gondang yang dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air memiliki kapasitas tampung 9,15 juta meter kubik dan luas genangan 43,86 hektare.

infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) ini siap dimanfaatkan masyarakat untuk mengairi area pertanian seluas 4.066 hektar di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen secara lebih kontinu untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 menjadi 270 per tahun. Dengan demikian produksi beras di Jawa Tengah akan naik dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Selain sebagai irigasi, manfaat lainnya adalah menjadi sumber air baku bagi Kabupaten Karanganyar dan Sragen masing-masing sebesar 100 liter/detik, mereduksi debit banjir sebesar 6,74% dari 639,22 m3/detik menjadi 596,12 m3/detik dan menghasilkan listrik sebesar 0,327 MW, konservasi air (groundwater recharge), destinasi wisata, dan sebagai kawasan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Garuda. Pada tahun ini Bendungan Gondang sedang dalam tahap pemeliharaan serta proses sertifikasi operasi dan pemeliharaan. Untuk menyuplai air baku ke Kabupaten Karanganyar dan Sragen saat ini sedang dilakukan pekerjaan pemasangan pipa.

Pembangunan Bendungan Gondang telah diinisiasi sejak tahun 2014 dengan anggaran Rp741 miliar dengan kontraktor PT Waskita Karya. Adapun tipe bendungan berupa urugan random zona inti tegak, dengan panjang bendungan 604 meter, tinggi bendungan 71 meter, serta lebar puncak bendungan 10,5 meter dengan luas areal genangan 36,10 hektare.

7. Bendungan Rajui

Bendungan Rajui merupakan bendungan yang terletak di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Bendungan ini ditujukan untuk irigasi dalam memberikan manfaat dalam mengairi area persawahan terhadap peningkatan hasil pertanian di Aceh.

-


Bendungan Rajui mempunyai kapasitas tampung sebesar 2,67 juta meter kubik (m3) untuk mengairi areal persawahan produktif di downstream bendungan yakni wilayah Seumayam Tanjung seluas 1.000 hektare (ha). Areal persawahan tersebut merupakan hasil pembukaan lahan pada tahun 1995 yang sebagian besarnya ditanami padi dan palawija seperti kacang-kacangan dan jagung.

bendungan Rajui telah selesai dibangun pada 2016, lalu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan irigasi dan bendung pengarah pada 2017-2019 agar memberikan manfaat yang nyata bagi petani. DI Rajui dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 101,4 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT.Andesmont Sakti.

8. Bendungan Kamijoro

Bendung Kamijoro merupakan bendungan yang terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang berada di aliran Kali Progo. bendungan ini berkontribusi besar dalam pembangunan negara. Selain sebagai sumber air irigasi untuk meningkatkan intensitas tanam, memasok kebutuhan air baku, pengendalian banjir dan energi (PLTA), bendungan juga dapat menjadi ikon atau landmark kawasan, sehingga mampu membangkitkan destinasi wisata baru dan memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

-


Bendung Kamijoro selain untuk mengairi Daerah Irigasi (DI) Pijenan seluas 2.370 hektar, juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 25 liter/detik untuk Kabupaten Bantul dan 475 liter/detik untuk Bandara Internasional Yogyakarta serta kawasan Industri Sentolo di Kabupaten Kulonprogo.

Bendung Kamijoro juga dilengkapi dengan taman sebagai ruang terbuka publik untuk beragam aktivitas,Taman di Bendung Kamijoro berada di sebelah barat dengan luas sekitar 40.000 m persegi.

9. Kolam Regulasi Nipa-nipa

Sembilan, Kolam Regulasi Nipa-Nipa yang terletak di kabupaten gowa dan kabupaten maros sulawesi selatan memiliki fungsi utama pengaturan air terutama untuk pengendalian banjir dan genangan di Kota Makassar. Dibangun sejak tahun 2015 hingga 2019, Kolam Regulasi Nipa-Nipa diharapkan mampu mengurangi luas genangan banjir di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros hingga 45%, dari 1.955 hektar menjadi 1.075 hektar.

-


kolam Regulasi Nipa-Nipa memiliki luas 83,93 Ha dengan kapasitas tampung sebesar 2,74 juta m3 diharapkan mampu mereduksi banjir sebesar 153 m3/detik atau lebih rendah 32% dari debit banjir semula yang mencapai 482 m3 per detik, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir pada 6 Kecamatan, yakni Patalassang, Moncongloe, Manggala, Panakukang, Tallo, dan Tamanlanrea.

Biaya pembangunannya bersumber dari APBN sebesar Rp 321 miliar digunakan untuk membangun kawasan Kolam Regulasi Nipa-Nipa seluas 84 hektar dan sarana prasarana pelengkapnya seperti tampungan air, bangunan pelimpah (spillway),stasiun pompa, sluiceway, tanggul keliling, jembatan syphon, hingga area taman untuk rekreasi.

Kunjungi juga: NAWACITA TV


 

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini