Kamis, 4 Juni 2026

Kumba Konsisten Gelar Serial Webinar: "Halal Products - Tinjauan Perundangan, Peraturan dan Implementasinya"

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:56 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Pandemi COVID-19 tanpa disadari telah berjalan lebih dari setahun. Merupakan momen terbaik untuk mengevaluasi diri dan terus belajar. Sebuah komunitas alumni MM FEB-UI yang menamakan diri dengan sebutan “KUMBA” mengisi  kebekuan pandemi melalui serial webinar yang diadakan setiap selasa malam. “KUMBA singkatan dari Kumpul Bahagia Alumni MMUI, kami menyelenggarakan pertemuan virtual ini sudah ke 42 kalinya - termasuk malam ini” Bambang Iman Santoso, pengurus KUMBA menjelaskan.

“Sesuai dengan namanya, tujuan kami melakukan ini hanya sebagai ajang silaturahmi secara online agar tetap terus berbahagia memelihara sistem imun tubuh kita. Tidak hanya senang-senang, namun bermanfaat, dan terbuka untuk umum. Karenanya selain menggunakan aplikasi zoom, juga disiarkan secara langsung (live streaming) di Facebook, dan disiarkan ulang rekamannya di youtube channel kami yang dapat diakses oleh masyarakat luas” ujar Marius Gumono, salah satu Co-Founder KUMBA.

Topik pembahasannya sangat beragam. Dari mulai olahraga sepakbola, budaya batik, lukisan kaca, gastronomi, neurokuliner, geopark, marketing praktis, manajemen resiko, manajemen transportasi, hukum lingkungan, waste management, transformasi digital, literasi digital, brainware management, kecerdasan artifisial & ketahanan nasional,  project management, community engagement, manajemen hotel dan resto, kesehatan, social entrepreneurship dan lain sebagainya.

“Sedangkan kesempatan kali ini, melalui produk-produk halal, KUMBA berusaha mengajak audiens memahami sistem perdagangan dunia (Understading the Global Trading System), dengan menghadirkan Prof. Ir. Sukoso M. Sc, Ph.D. sebagai pembicara utama. Dan saya sekarang ditemani oleh Nadita Putri Almira Wardani, mahasiswi MMUI sebagai Co-Host” Yeni Widayanti, ST, MM, Host tetap KUMBA menambahkan.

“Pandemi merupakan waktu terbaik kita mempersiapkan dan bebernah diri untuk meningkatkan kualitas ekspor perdagangan dunia. Seiring berkembangnya industri makanan dunia, diiringi dengan semakin berkembangnya juga industri halal. Tidak hanya bicara soal makanan, namun juga akomodasi yang berujung pula pada isu global yakni wisata halal” Prof. Sukoso memaparkan, Guru Besar Bidang Bioteknologi Kelautan Perikanan – Nutrigenomic.

“Rupanya industri halal tidak hanya diminati oleh negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim saja. Bahkan beberapa negara yang notabene penduduk muslimnya minoritas, juga tertarik mengembangkan industri halal” lanjut beliau yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal RI (2017 - 2021), dan terlibat dalam sidang Technical Barier on Trade World Trade Organization (TBT-WTO) di Geneva Swiss terkait gugatan produk halal.

Hadir juga dalam kesempatan webinar ini; Ratna Wardani, MM (Kabag Kemitraan MM UI) mewakili Prof. Rofikoh Rokhim, SE, SIP, DEA, PhD (Ketua Program Studi Magister Manajemen) yang berhalangan hadir, Afiff Wira Pradana (Ketua SC MMUI, Student Committee MMUI), Elgina Manalu (Kadiv Humas SC MMUI), Egi Sutjiati (Wakil Ketua Umum I Indonesia Gastronomy Community - Perkumpulan Komunitas Pencinta Gastronomi Indonesia), Jodie Perdanakusuma (SekJen AGI - Akademi Gastronomi Indonesia), dan Dr. Tauhid Nur Azhar, SKed, MKes (Neurokuliner Indonesia, Board of Honor Neuronesia Community).

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini