Baca Juga : Rumah Sakit Apung Dr. Lie Tenggelam, Pelayanan Medis Tetap Diperjuangkan Demi Rakyat Miskin
Penolakan pun terjadi lagi, ketika Lie yang telah menyandang status dokter dari Universitas Jerman hendak mengabdikan diri lembaga Indonesia. Tujuan dr Lie ingin membantu masyarakat miskin terutama di Indonesia.
Padahal dr Lia bisa menjadi kaya raya, kalau saja dia menerima tawaran dari kampusnya di Jerman. Tetapi dr Lie menolaknya, malah ingin membantu rakyat miskin. Yang itu menjadi kisahnya, ketika adiknya yang amsih kecil tak tertolong, karena keterbatasan ekonomi.
Namun dua penolakan yang dihadapi dr Lie, tak membuatnya surut membantu rakyat miskin, terutama dengan pelayanan Rumah Sakit Apung (RSA).
Ketika Denny mendengar kabar RSA dr Lie karam di Teluk Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) pertengahan Juni 2021. Tanpa banyak bicara, diam-diam operasi senyap dilakukan Denny. Melalui jejaring media sosialnya, sejak 21 Juni 2021 menggalang dana untuk RSA dr Lie. Tak tanggung-tanggung dari target yang direncanakan 3 miliar, terkumpul dana 30 miliar rupiah. Dana sebesar itu, bisa dibangun 2 (dua) RSA
Dana itu masuk bukan ke rekening pribadi Denny, tetapi ke Yayasan Dokter Peduli. Denny pun tidak punya hubungan khusus dengan dr Lie. Hubungan terjadi karena Denny melihat dan menyaksikan perjuangan dr Lie yang luar biasa membantu rakyat miskin.
Menurut Ade, dua orang hebat (Denny dan dr Lie). Melakukan sesuatu buat rakyat tanpa gembar-gembor. Penolakan yang terjadi bukan rintangan untuk menyingsingkan lengan berbuat bagi sesama, tanpa membedaka suku, agama, ras dan antar golongan.