NAWACITAPOST.COM - Berada di balik penjara tidak membuat warga binaan di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan berdiam diri. Mereka terus mengasah ilmu keagamaan dalam hal mengaji.
Mulai pukul 09.00 WIB, mereka sudah disibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang sudah terjadwal dalam satu minggu.
Salah satu satunya adalah kegiatan tahsin alquran, yang dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Lapas Padangsidimpuan, Selasa (04/06/24).
Baca Juga: TMII Gelar Ruwatan Akbar, Catat Tanggalnya!
Kegiatan ini termasuk ke dalam kategori pembinaan kepribadian yang terdapat di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan.
Leading sektor dari kegiatan ini adalah Seksi Pembinaan Anak Didik (Binadik). Salah satu warga binaan yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, Saya sangat bersyukur karena bisa belajar ilmu agama, khususnya Tahsin Alquran di Lapas Padangsidimpuan ini.
"Sebelumnya, sewaktu di luar saya belum pernah belajar Tahsin, saya berharap bisa belajar Tahsin Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta ingin lebih mendekatkan diri pada Allah SWT,” ujarnya.
Baca Juga: KPU Jatim Gelar Pesta Peluncuran Pilgub, MAKI Jatim Siap Laporkan Dugaan Korupsi
Kepala Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan melalui Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Kasi Binadik), Efrida Sri Mulyana, menuturkan kegiatan Tahsin Alquran ini diadakan setiap Hari Selasa pagi, digelar setelah pelaksanaan Shalat Dhuha bersama.
Tujuannya, selain untuk bekal agama, para warga binaan juga diberikan program khusus pendidikan Tahsin Al-Quran, agar setelah mereka bebas mereka bisa menyempurnakan bacaan Al-Quran dengan baik.
Tahsin Al-Qur'an adalah langkah penting dalam perjalanan spiritual setiap Muslim. Merupakan sebuah proses memperbaiki cara membaca Al-Qur'an dengan lebih baik, sesuai dengan tajwid dan makhrojnya, kajian ini menjadi wadah bagi para pencari ilmu yang ingin meningkatkan hubungan mereka dengan Kitabullah.
Baca Juga: Tangis Haru Keluarga Warnai Keberangkatan CJH Kabupaten Nganjuk
Selain itu, pihak Lapas Padangsidimpuan juga mendatangkan guru agama dari luar Lapas, atas rekomendasi dari Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan.
Guntur Harahap, S.HI selaku penyuluh Agama Islam dari Kemenag Kota berharap, agar kiranya nanti masyarakat umum untuk bisa merangkul mantan warga binan yang telah menyelesaikan masa hukumannya.
Agar mereka bisa berbaur kembali ditengah-tengah lingkungan masyarakat dengan baik.
Baca Juga: Pakai Modus Jadi Paranormal, Lansia di Nganjuk Diduga Gagahi Korban Berkali-kali
“Hilangkan stigma negatif terhadap mantan napi, agar mereka tidak kembali berbuat kesalahan dengan merangkul kembali para narapidana yang telah bebas,” ungkap Guntur.