Kamis, 4 Juni 2026

Babi Panggang Kalbar, Kepulauan Nias Babi Asap, Oleh - Oleh Membudaya  Serta Meningkatkan Pendapatan Daerah 

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 11 Mei 2021 | 17:44 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Setiap Daerah di Indonesia selain ada destinasi (tujuan) wisatanya. Melekat dengan makanan khasnya  yang bisa dijadikan oleh-oleh.  Kerupuak Sanjai dan Bareh Rendang, serta oleh-oleh lainnya. Itu dikampungnya Fadli Zon yang suka nyinyir ke Jokowi dan selalu didiamkan Prabowo Subianto atas ulahnya tersebut.

Baca Juga : Jokowi Ucap Bipang Riuh, 2 Proyek Strategis Dikampung Fadli Zon Diresmikan



KALIMANTAN BARAT pun demikian, kopi sepok dan babi panggang (bipang). Oleh-oleh terakhir menjadi nyinyiran oleh mereka yang anti Jokowi. Bipang bagi lawan politik adalah semacam racun tapi sebutan haram selalu disematkan.

Padahal sebagai makanan khas oleh-oleh, seharusnya bipang tak menjadi korban. Bukankah yang datang ke Kalimantan Barat selain turis lokal ada juga turis dari luar negeri. Turis luar negeri ini (khususnya dari Eropa dan Cina) pasti memakan bipang dan babi asap.

Hal sama juga berlaku di Nias, soal wisata lautnya tak kalah dengan Bali, selain lompat batu. Turis luar negeri banyak berdatangan ke daerah tersebut. Sehingga pantas saja disebut pulau impian. Namun tak lengkap jika berwisata tanpa oleh-oleh di pulau impian dengan makanan khasnya babi asap. Maklum di pulau impian penduduknya 98 persen hobi makan babi asap.

Jadi bagi rakyat kepulauan Nias (98 persen) babi asap adalah makanan paling lezat. Termasuk daerah yang mayoritas penduduknya  suka makan babi  (Sumut, NTT, Papua, dan Sulut) serta turis luar negeri pun berkata enak dan lezat atas makanan tersebut.

Bipang dan babi asap yang dimakan dan bisa dibawa pulang para turis sebagai oleh-oleh, mempunyai nilai ekonomis  bagi masyarakat setempat. Pendapatan para pedagang dari berjualan bipang dan babi asap bisa 4 kali UMR Jakarta di tahun 2021.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini