NAWACITAPOST.COM - Dalam masyarakat, Bahasa Indonesia berperan penting dalam memperkuat hubungan sosial antarindividu. Melalui bahasa ini, orang dapat saling memahami, berbagi informasi, dan menyampaikan ide-ide dengan lebih efisien. Bahasa Indonesia juga menjadi sarana untuk mempererat ikatan budaya dan identitas bangsa.
Dalam berkomunikasi, diterima atau tidaknya sebuah kalimat tidak hanya bergantung pada kaidah gramatikal, tetapi juga pada aspek semantik. Dalam semantik, terdapat hubungan makna antara semantik dengan sintaksis, di mana susunan kata dan kalimat yang berbeda dapat menghasilkan makna yang berbeda pula.
Salah satu contoh kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan bahasa Indonesia adalah penempatan makna yang tidak sesuai dengan maksud penutur. Misalnya, kata "bergeming" dan frasa "tak bergeming" sering digunakan dengan tidak tepat.
Seringkali orang tidak memperhatikan makna sebenarnya dari kata-kata tersebut. Dalam penggunaan bahasa lisan dan tulisan, banyak orang menggunakan kata "tak bergeming" untuk menggantikan kata "diam".
Baca Juga: Memahami Perbedaan Kata 'Dirubah' dan 'Diubah', Mana yang Tepat!
Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "bergeming" berarti tidak bergerak sedikit pun atau diam saja. Jadi, jika dilihat dari maknanya, penggunaan frasa "tak bergeming" sebenarnya berarti "tidak diam saja", atau dengan kata lain, "bergerak".
Kesalahan semacam ini perlu diperhatikan karena bisa mengubah makna sebuah kalimat secara fatal. Sebagai contoh, pernyataan "Mahasiswa itu tetap tak bergeming pada pendirian yang diyakininya". Kalimat ini seharusnya berarti bahwa mahasiswa tersebut tidak diam pada pendiriannya dan bersikeras untuk mengubahnya.
Dengan memperhatikan makna sebenarnya dari kata-kata yang digunakan, kita dapat menghindari kesalahan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, penggunaan ekspresi "tak bergeming" dan "bergeming" perlu dilakukan dengan tepat agar tidak menimbulkan kebingungan dalam komunikasi.
Artikel Terkait
Mengenal Lebih Dekat Bandara di Indonesia yang Menggunakan Bahasa Daerah
Mudahkan Komunikasi Bagi Masyarakat Berkebutuhan Khusus, Sebanyak 40 Pegawai Satker Kanwil Kemenkumham Sulsel Ikuti Pelatihan Bahasa Isyarat
Faigiziduhu Ndruru: Bahasa Pilar Identitas Bangsa, Tagline "Nias Pulau Impian" Jadi Contoh Nyata!
Ajarkan Bahasa Indonesia ke Kim Soo Hyun, Edric Tjandra: Bangga Pernah Sedekat Ini!
Imigrasi Karimun Melaksanakan Pelatihan Bahasa Isyarat