Kamis, 4 Juni 2026

Polemik Kotbah Pendeta Gilbert, MUI Ajak Umat Islam Memaafkan

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 19 April 2024 | 15:13 WIB
MUI dan Pendeta Gilbert (Foto: dok)
MUI dan Pendeta Gilbert (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerukunan Umat Beragama, Yusnar Yusuf, mengajak umat Islam untuk memberikan maaf kepada Pendeta Gilbert Lumoindong.

Ajakan ini disampaikan setelah Yusnar menerima Pendeta Gilbert untuk mengklarifikasi video ceramah kontroversial yang viral di media sosial.

Yusnar Yusuf menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Pendeta Gilbert telah berjanji untuk tidak lagi membanding-bandingkan ritual ibadah antara umat Islam dan Kristen dalam ceramahnya.

"Kepada semua umat Islam, marilah kita memaafkannya karena itu merupakan seruan agama. Mari kita berikan maaf sebaik-baiknya kepada Pendeta Gilbert. Ia telah berjanji untuk tidak lagi membanding-bandingkan ibadah umat Islam dengan umat lain," ujar Yusnar Yusuf, seperti dilaporkan pada Jumat (19/4).

Baca Juga: Memasuki Pilkada Tahun 2024, Posisi Komisioner KPU Rokan Hulu Tiga Nama Baru

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama, KH Manan Abdul Ghani, juga menyatakan bahwa MUI telah menerima dengan baik permohonan maaf yang disampaikan oleh Pendeta Gilbert.

Menurutnya, setiap orang bisa melakukan kesalahan, dan sebagai manusia biasa, seorang pendeta juga bisa lupa bahwa membicarakan agama lain dengan cara yang tidak pantas merupakan tindakan yang salah.

Pernyataan permintaan maaf dari Pendeta Gilbert Lumoindong dan respons positif dari pihak MUI menunjukkan pentingnya sikap toleransi, pengampunan, dan kerukunan antar umat beragama.

Hal ini merupakan langkah yang penting dalam menjaga keharmonisan dan perdamaian antar umat beragama di Indonesia.

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini