Kamis, 4 Juni 2026

Faigiziduhu Ndruru: Kebudayaan Sebagai Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 18 April 2024 | 11:44 WIB
Pemerhati budaya Nusantara, Faigiziduhu Ndruru.  (MNI)
Pemerhati budaya Nusantara, Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Kementerian PPN/Bappenas telah merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 sebagai landasan strategis untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Dalam RPJPN tersebut, terdapat delapan agenda pembangunan, salah satunya adalah memantapkan ketahanan sosial budaya dan ekologi.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pemantapan ketahanan sosial budaya adalah pelestarian budaya Nusantara. Faigiziduhu Ndruru, seorang pemerhati budaya Nusantara, menekankan bahwa pelestarian budaya Nusantara memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Menurut Faigiziduhu Ndruru, meskipun pembangunan sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan, pembangunan insfrastruktur, dan pertahanan keamanan penting, namun tanpa perhatian yang cukup pada penguatan budaya dan pelestarian budaya bagi generasi muda, Indonesia akan mengalami kerapuhan.

"Jika kita tidak memperhatikan penguatan budaya dan pelestarian budaya bagi generasi muda akan menghasilkan kondisi yang rapuh," kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga: Nusantara Awards 2024: Menginspirasi Anak Muda untuk Melestarikan Budaya

Generasi muda dianggap sebagai generasi yang paling rentan terhadap pergeseran budaya. Kemudahan akses informasi dan komunikasi, yang tidak terbendung, telah menjadikan pergeseran budaya menjadi lebih mudah terjadi.

Oleh karena itu, lanjut Faigiziduhu Ndruru, peran semua pihak, termasuk stakeholder dalam pengelolaan bangsa dan negara, sangat diperlukan dalam memastikan penguatan dan pelestarian budaya Nusantara bagi generasi muda. "Hendaknya setiap kita, setiap stakeholder dalam pengelolaan bangsa dan negara ini tidak boleh mengabaikan mengenai penguatan dan pelestarian budaya Nusantara bagi masyarakat terutama bagi generasi muda," kata Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Ndruru menegaskan bahwa sebesar apapun kemajuan ekonomi, pertahanan, dan politik yang dicapai, jika budaya Nusantara tidak berhasil dilestarikan atau dipertahankan, maka fondasi kehidupan di bidang lain akan menjadi rapuh. Ia juga menekankan bahwa diplomasi budaya sama pentingnya dengan diplomasi pertahanan, keamanan, dan ekonomi.

"Oleh karena itu, para duta besar Indonesia di berbagai negara seharusnya menjadikan budaya Nusantara sebagai potensi ekonomi tidak hanya untuk mendatangkan investor terkait industri, tapi potensi budaya khususnya di pariwisata juga bisa diberikan perhatian serius," kata Faigiziduhu Ndruru.

Penguatan budaya Nusantara bukan hanya tentang melestarikan tradisi dan nilai-nilai budaya, tetapi juga merupakan bagian penting dari membangun identitas nasional yang kuat. Dalam konteks RPJPN 2025-2045, bahkan disebutkan penguatan budaya Nusantara menjadi kunci untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin terbuka.

Baca Juga: Sudah Ada Sebelum Indonesia Merdeka, Beesokhi Ndruru: Budaya Nusantara Layak Dibanggakan untuk Generasi Mendatang

"Banyak hal yang harus dipastikan bahwa penguatan budaya itu akan membantu kita untuk menjadi kekuatan satu bangsa dan satu negara yang tidak mudah bisa diintervensi oleh pihak luar," kata Faigiziduhu Ndruru.

Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi muda dapat mewarisi dan memperkaya warisan budaya ini. Hal ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana kehidupan seluruh bangsa mencerminkan kemajuan dalam semua aspek kehidupan.

Dengan demikian, penguatan budaya Nusantara bukan hanya tentang melestarikan masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan yang kokoh bagi bangsa Indonesia. "Jadi penguatan dari budaya nusantara dan pelestarian ini menentukan mengenai apakah benar-benar nanti Indonesia emas itu bisa terwujud sesuai dengan harapan kita," tandas Faigiziduhu Ndruru.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini