NAWACITAPOST.COM - Wakil Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), Beesokhi Ndruru menegaskan, pentingnya memelihara dan melestarikan budaya Nusantara. Menurutnya, budaya Nusantara telah menjadi perekat antara masyarakat, dan memperkuat persatuan di antara warga negara Indonesia.
"Budaya-budaya ini menjadi perekat antara masyarakat, dan memperkuat persatuan di antara warga negara Indonesia," kata Beesokhi Ndruru, di Jakarta, Senin (15/4/2024).
Beesokhi Ndruru mengatakan, budaya Nusantara bukanlah sesuatu yang baru, melainkan telah ada sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum pembentukan negara Indonesia. Salah satu nilai budaya yang diangkat adalah budaya gotong royong, yang telah meringankan beban pekerjaan masyarakat.
"Pekerjaan yang seharusnya memakan waktu berhari-hari jika dilakukan sendiri, dapat diselesaikan dengan cepat melalui kerja sama gotong royong," kata Beesokhi Ndruru.
Baca Juga: Nias Pulau Impian dengan Sejuta Pesona yang Mengalahkan Bali
Budaya tolong-menolong juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Ketika ada yang menderita sakit, misalnya, masyarakat sudah terbiasa saling menolong, sehingga menjadi sebuah kewajiban moral bagi semua warga negara.
Sebagai negara yang sudah merdeka selama 78 tahun, pelestarian budaya ini dianggap sangat penting. Budaya-budaya seperti tata krama dalam berbicara, berbusana, dan adat istiadat dalam pernikahan, merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas Indonesia.
"Hal ini juga menjadi upaya untuk menjaga agar kebudayaan Indonesia tidak tergerus oleh gaya hidup luar negeri," kata politisi PDI Perjuangan ini.
Dalam konteks ini, pelestarian budaya menjadi sangat penting. Dengan menjaga dan melestarikan budaya, identitas bangsa dapat tetap terjaga. Terlebih lagi, di tengah arus globalisasi yang memungkinkan budaya asing masuk dan berbaur dengan budaya lokal, maka menjaga keaslian budaya Nusantara menjadi semakin krusial.
Baca Juga: Yasonna Laoly Kembali Terpilih Untuk Ketiga Kalinya Jadi Anggota DPR RI
"Saya sangat mendukung Nusantara Awards karena ini salah satu langkah untuk melestarikan dan terobosan, sehingga anak-anak cucu kita ke depan akan selalu ingat dengan budaya Nusantara, bukan budaya luar," kata Beesokhi Ndruru.
Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, seringkali nilai-nilai budaya yang sudah lama terlupakan. Salah satu contohnya adalah budaya tata krama terutama dalam berinteraksi dengan orang tua dan guru. Dahulu, menghormati guru dan orang tua merupakan hal yang sangat dijunjung tinggi. Namun, budaya Nusantara kini telah mengalami komersialisasi.
"Ketika guru berbicara, kita tidak pernah mendebat atau melawan, karena itu dianggap tidak sopan. Begitu juga dengan sikap mau menolong tanpa pamrih, yang kini sudah mulai bergeser dengan adanya motif di balik pertolongan," sambung Beesokhi Ndruru.
Meskipun demikian, Beesokhi Ndruru menekankan, bukan berarti semua budaya yang sudah hilang itu benar-benar lenyap. Hal ini penting untuk disoroti, bahwa pelestarian budaya memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga identitas kita sebagai bangsa.
Artikel Terkait
Barugamuri Dachi: 10 Alasan Kuat Memilih Beesokhi Ndruru Jadi Anggota DPR RI, untuk Perubahan Positif di Dapil Sumut 2
Beesokhi Ndruru: Siap Bawa Aspirasi Masyarakat Nias ke Parlemen
Beesokhi Ndruru: Media Nawacita Indonesia Siap Gelar Nusantara Awards 2024
Tagline Nias Pulau Impian, Beesokhi Ndruru: Membangun Destinasi Wisata Terdepan di Indonesia
Beesokhi Ndruru Ungkap Tantangan Wujudkan Nias Pulau Impian