Kamis, 4 Juni 2026

Anies dan Terawan Beda Data, Padahal RS di Jakrta Belum Penuh ?

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Selasa, 15 September 2020 | 07:27 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta masih bisa menangani pasien COVID-19. Dia mengatakan. Khusus untuk DKI Jakarta, berdasarkan dari pengecekan langsung pengamatan dan juga sidak di lapangan per 13 September 2020 pukul 12 siang dapat kami sampaikan bahwa untuk DKI Jakarta masih mampu melakukan perawatan pasien COVID-19.

Hal tersebut berdasarkan penilaian tim Kementerian Kesehatan setelah meninjau situasi rumah sakit di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Terawan menuturkan, jumlah tempat tidur isolasi pasien kosong berjumlah 1.088 tempat tidur dari 4.271 tempat tidur. Pemerintah berencana menambah lagi sekitar 1.022 tempat tidur dalam membantu penanganan COVID-19 di Jakarta.

"Dalam beberapa hari ke depan ruang isolasi ini akan ditambah sebanyak 1.022 tempat tidur, sehingga menjadi 5.293 tempat tidur," Kata Terawan.
Baca Juga : 4 Pasangan Bacakada Kepulauan Nias Membunuh sebelum Berkuasa?

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat ada 115 ruang ICU kosong dari total 584 tempat tidur ICU yang ada. Pemerintah pun akan menambah tempat tidur ICU sehingga mencapai angk 722 ruang ICU.

"Dalam beberapa hari ke depan dapat ditambah sebanyak 138 tempat tidur ICU sehingga total menjadi 722 tempat tidur," tegas Terawan.

Pemerintah juga menyiapkan RS Wisma Atlet untuk membantu penanganan pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala. Dan menyiapkan tower 6 dan tower 7 untuk menangani pasien gejala ringan. Di tower 6 terdapat tempat tidur sebanyak 1.746 dan sudah terisi 888 sementara tower 7 terdapat 2.472 tempat tidur dan baru terisi 749. Di sisi lain, untuk pasien tanpa gejala, pemerintah menyiapkan flat isolasi mandiri wisma atlet kemayoran. Setidaknya 2 tower siap digunakan untuk flat isolasi mandiri yaitu tower 4 dan 5 dengan kapsitas masing-masing tower mencapai 2.472. Saat ini baru tower 5 yang terisi 81 orang.Pemerintah juga melibatkan jaringan hotel bintang 2 dan 3. Setidaknya ada 10 hingga 15 hotel yang dapat digunakan untuk isolasi mandiri dengan total kapasitas 1.500 kamar atau 300 orang.

Angka yang disampaikan Terawan berbeda dengan angka yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mewacanakan kembali penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 10 September 2020 lalu. Anies menyebut jumlah tempat tidur DKI Jakarta berada di angka 4.053 tempat tidur.




 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini