Jumat, 5 Juni 2026

Musang-musang Berbulu Garuda

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 28 Maret 2024 | 14:08 WIB
Saiful Huda Ems (SHE) (MNI)
Saiful Huda Ems (SHE) (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Saya heran sekali dengan tingkah laku politisi-politisi yang selalu bertopeng akademisi seperti Yusril Ihza Mahendra (YIM) ini. Dari era Orde Baru Soeharto sampai era Orde Demokrasi, dia cawe-cawe Joko Widodo (Jokowi ini).

Peran orang seperti YIM selalu abu-abu. Tidak pernah tegas di barisan putih atau hitamnya. Tidak pernah tegas berada di kubu reformis atau di kubu penjilatnya.
Sebagai contoh, di masa Soeharto berjaya, YIM ikut berjaya berkat dukungannya pada Soeharto. Namun, di saat Soeharto digulingkan oleh pemuda dan mahasiswa, YIM tiba-tiba tampil bak tokoh reformis kesiangan.

Bila diamati, YIM si Mr Plintat-plintut ini, nampaknya selalu setia pada rezim dari masa ke masa demi mempertahankan eksistensi diri dan partai guremnya yang tidak pernah menang sepanjang sejarah.

Dia dahulu sebenarnya juga pernah kami kalahkan di PTUN, saat YIM menjadi kuasa hukumnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dan kami menjadi kuasa hukum dari pihak Kemenkumham RI (Yasonna H Laoly) dalam kasus gugatan pembubaran Ormas HTI di PTUN Jakarta Timur.

Baca Juga: JK: Jokowi Tidak Memenuhi Syarat Menjadi Ketua Umum Partai Golkar

Namanya saja yang besar di media, namun aslinya tong kosong. Makanya jangan heran YIM tidak pernah konsisten dengan ucapannya sendiri.

Pada periode pertama kepemimpinan nasional Jokowi, Yusril pernah mengata-ngatai Jokowi di forum terbuka, bahwa Jokowi itu bodoh, plonga-plongo dan main ubah sendiri Konstitusi sesuka hatinya. Namun, saat ia saya lawan dan saya tantang debat terbuka yang mau difasilitasi oleh beberapa media, serta saya katakan bahwa yang mengubah konstitusi itu bukan Jokowi tapi MPR di masanya, yang ketika itu diketuai oleh Amin Rais, Yusril diam tak bisa membantah.

Ironisnya lagi ketika Yusril diiming-imingi Jokowi untuk menjadi lawyer pribadi Jokowi, Yusril langsung balik badan dan menjadi pendukung terdepan Jokowi yang seolah-olah paling lantang bersuara membela Pemerintahan Jokowi.

Maka kalau kita memperhatikan kembali karakter Yusril seperti ini, dia 11-12 dengan Presiden Jokowi, yang sama-sama tidak memiliki prinsip atau pendirian, plin-plan, pikirannya tidak idealis dan tidak ideologis, melainkan sangat oportunis dan pragmatis yang orientasinya hanya uang dan kekuasaan.

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Siap Tempur di MK: Otto Hadapi Anies, Yusril Lawan Ganjar

Orang-orang yang berkepribadian seperti ini layak diberi predikat sebagai sampah negara! Musang-musang bringas perusak keutuhan bangsa yang berbulu Garuda!

Kini setelah beberapa tahun berlalu, YIM kembali menunjukkan sikap-sikap plin-plannya. Ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara No.90/2023, YIM mengatakan bahwa Putusan MK N0.90/2023 itu sangat kontroversial, mengandung cacat hukum, di dalamnya sangat problematik yang bilamana direalisasikan implikasi-implikasinya sangat kontroversial.

YIM saat itu juga mengatakan, bahwa Putusan MK No.90/2023 itu nanti akan dapat dijadikan celah bagi pihak lawan calon presiden (capres) Prabowo Subianto untuk menggugat ke MK dan bisa berakibat batalnya hasil Pilpres 2024. Karena itu YIM ketika itu mengimbau agar Gibran Rakabuming Raka tidak maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo.

Namun bukan YIM namanya, kalau dia tidak lagi dan lagi mengulangi inkonsistensinya yang sama. Selalu berkelit bahkan selalu berusaha membantah pernyataan hukum yang pernah dinyatakannya sendiri.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini