NAWACITAPOST.COM - Prof Riris K Toha Sarumpaet adalah Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (UI). Ia dikenal kepakarannya, dengan menjadi narasumber, peneliti, serta penulis di bidang budaya.
Dengan pengalaman intelektualnya itu, Media Nawacita Indonesia (MNI) memberikan penghormatan kepada Prof Riris untuk menjadi juri Nusantara Awards 2024. Sehingga, para kandidat yang terpilih di ajang Nusantara Awards 2024 benar-benar memenuhi kriteria sebagai pelestari budaya Nusantara, melalui karya-karyanya.
Prof Riris berharap para pemenang baik perusahaan, instansi, lembaga maupun individu lebih memaksimalkan perannya dalam memperkuat dan melestarikan budaya Nusantara. Dengan begitu, budaya Nusantara bukan hanya sekedar ada, tapi hidup dan menjadi indentitas masyarakat Indonesia.
Indonesia, menurut Prof Riris, merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya dan kearifan lokal. Namun, sayangnya, kita sering acuh tak acuh atau bahkan tidak mengakui kekayaan tersebut.
Baca Juga: Dear Kawula Muda, Faigiziduhu Ndruru: Cinta Budaya Indonesia, Itu Keren!
Ia mengungkapkan kegelisahannya tersebut dalam sebuah kata pengantar buku yang berjudul "Krisis Budaya? Oasis Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI", yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia pada tahun 2016.
Dalam kata pengantar tersebut, Prof. Riris menyoroti bahwa kita seringkali membicarakan tonggak budaya seperti bendera, NKRI, Sumpah Pemuda, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan Bahasa Indonesia. Namun pada kenyataannya, kita lupa akan keberagaman budaya tersebut karena terpaku pada ambisi mengejar masa depan yang gemerlap.
Profil Prof Riris K Toha Sarumpaet
Prof Riris lahir pada 24 Februari 1950 di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Ia merupakan sastrawan berkebangsaan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang sastra dan pendidikan di Indonesia.
Saat ini, beliau menjabat sebagai Guru Besar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Jakarta.
Pendidikan formal Prof. Riris mencakup studi Sastra Indonesia di Universitas Indonesia yang diselesaikannya pada tahun 1975. Selanjutnya, beliau meraih gelar Master of Science dari Universitas Indonesia pada tahun 1978, dan gelar Ph.D. dari Universitas Wisconsin, Madison, Amerika Serikat pada tahun 1983.
Sebagai seorang sastrawan, Prof Riris telah menghasilkan berbagai karya yang mencakup berbagai genre, seperti buku ajar, kamus, naskah drama, puisi, dan prosa. Karya-karyanya telah dipublikasikan ke berbagai media massa, yang menunjukkan kontribusinya dalam mengembangkan dan melestarikan sastra Indonesia.
Beberapa karya terkenalnya antara lain "Bacaan Anak-anak" (1976), "Kamus Istilah Drama" (1977), "Nanda" (drama) (1998), "Perempuan di Rumah Tuhan" (1998), "Sastra Masuk Sekolah" (2002), "Apresiasi Puisi Remaja" (2002), dan "Cairan Perempuan" (2003).
Selain sebagai pengajar di UI, Prof Riris juga aktif dalam kegiatan pengembangan minat baca anak-anak dan remaja. Pada tahun 1995, bersama dengan Nasti Reksodiputro, Grace Wiradisastra, dan Olvia Beauthauville, ia mendirikan Yayasan Pustaka Kelana.
Artikel Terkait
Menyelami Karya dan Perjalanan Alffy Rev, Komposer Muda yang Cinta Budaya Indonesia
Uchy Hardiman: Nusantara Awards Tingkatkan Kepedulian pada Budaya Indonesia
Pengusaha Antusias Jadi Sponsor Nusantara Awards 2024 untuk Perkuat Budaya Nusantara
BNSP Dukung Media Nawacita Indonesia Gelar Nusantara Awards 2024
Beesokhi Ndruru: Media Nawacita Indonesia Siap Gelar Nusantara Awards 2024