Minggu, 19 Juli 2026

Lawan Arus Globalisasi, Faigiziduhu Ndruru Ajak Generasi Muda Bangun Kebanggaan pada Budaya Nusantara

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Minggu, 24 Maret 2024 | 10:11 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru.  (MNI)
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Di tengah arus globalisasi yang semakin mempercepat perubahan, keberadaan budaya-budaya lokal di Indonesia terancam punah. Sebab, generasi muda cenderung lebih tertarik pada budaya-budaya bangsa lain yang masuk melalui berbagai media.

Namun, penting bagi kita untuk memahami bahwa keberagaman budaya Nusantara adalah salah satu kekayaan yang tak ternilai harganya. Budaya lokal bukan hanya merupakan bagian dari identitas bangsa, tetapi juga menjadi daya tarik pariwisata yang memperkaya ekonomi.

Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru mengatakan, kebudayaan Nusantara, seperti batik, wayang, angklung, dan gamelan, merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Sebagai identitas bangsa Indonesia, keberagaman budaya menjadi cerminan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, yang mengajarkan kita untuk bersatu meskipun berbeda-beda.

"Oleh karena itu, mempertahankan, melestarikan, dan memperkuat kebudayaan daerah adalah salah satu cara untuk menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat rasa persatuan," kata Faigiziduhu Ndruru, di Jakarta, Minggu (24/3/2024).

Baca Juga: Pasar Senggol Summarecon Bekasi: Pusat Kuliner dan Kegiatan Budaya yang Meriah

Tak hanya itu, melestarikan budaya Nusantara juga merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada leluhur yang telah menciptakan kebudayaan yang kita miliki saat ini. Menurut Faigiziduhu Ndruru, kebudayaan Nusantara memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, yang datang untuk mengagumi keindahan dan keunikan budaya lokal.

"Contohnya adalah Bali, dan beberapa destinasi wisata lain di berbagai wilayah yang tetap mempertahankan dan melestarikan kearifan lokalnya dan menjadi destinasi wisata populer," kata dia.

Lalu, bagaimana cara melestarikan kebudayaan Nusantara di tengah arus globalisasi yang begitu kuat?

Faigiziduhu Ndruru mengharapkan, generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Mereka perlu mengenal, mempelajari, dan memperkenalkan budaya lokal kepada orang lain. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan budaya Nusantara.

Baca Juga: Jaga Warisan Budaya, Warga Binaan Rutan Depok Berlatih Alat Musik Tradisional Angklung

"Selain itu, aktif dalam kegiatan kebudayaan serta memasarkan produk hasil kesenian ke mancanegara juga menjadi langkah efektif dalam melestarikan kebudayaan," kata Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Ndruru menekankan, dalam menghadapi tantangan globalisasi, rasa cinta terhadap budaya Nusantara adalah kunci utama. Tanpa rasa cinta, upaya untuk melestarikan kebudayaan akan terasa hambar.

"Oleh karena itu, mari kita jaga dan lestarikan keberagaman budaya Nusantara sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitas bangsa kita. Dengan demikian, kita turut memperkuat jati diri bangsa Indonesia di mata dunia," tandasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini