NAWACITAPOST.COM - Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, mengungkap alasan di balik pemilihan Ahmad Sahroni sebagai calon gubernur DKI Jakarta daripada Anies Baswedan. Menurut Willy, bursa pencalonan kepala daerah dari Nasdem masih dinamis dan berpeluang memunculkan nama-nama lainnya.
“Sejauh ini yang Pak Surya bilang kan yang di samping beliau, Ahmad Sahroni. Cuma Mas Sahroninya berkenan atau tidak? Ya kita lihat lah ini, masih cukup dinamis ini,” ujarnya, dikutip Kamis (21/3/2024).
Willy menyatakan bahwa Partai Nasdem memiliki banyak kader yang layak dan patut diperhitungkan sebagai calon gubernur DKI 1, bukan hanya Sahroni. Dia juga menyebut nama Wibi Andrino, Ketua Fraksi Nasdem di DPRD DKI, yang baru saja dilantik sebagai Ketua DPW Nasdem di Jakarta beberapa hari lalu.
Baca Juga: Gugat ke MK, THN Anies-Cak Imin Siapkan 190 Pengacara
“Nasdem bersyukur kita hari ini ada stok kader, tidak hanya Ahmad Sahroni, tetapi ada Wibi Andrino, anak muda yang cukup sukses di DKI. Jadi banyak figur Nasdem hari ini yang bisa kita jadikan kandidat untuk running dalam kontestasi DKJ [Daerah Khusus Jakarta] nanti,” tambahnya.
Willy menambahkan bahwa Nasdem akan terus berkomunikasi dengan PKS dan PKB selaku anggota Koalisi Perubahan terkait langkah berikutnya dalam menyambut Pilkada DKI. Partai juga mengaku terus berkomunikasi dengan Anies Baswedan.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah memberikan pernyataan mengenai kandidat calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024. Nama Anies Baswedan dan Ahmad Sahroni menjadi sorotan dalam kontestasi ini. Dalam konferensi pers di kantor Nasdem, Rabu (20/3/2024) malam, Surya Paloh menyebutkan bahwa lebih memilih Sahroni daripada Anies.
"Kita lihat dulu, kalau malam ini ya Sahroni," ujar Paloh.
Baca Juga: Nasdem dan PKS Kompak Terima Hasil Pemilu 2024, Pengamat: Alasan Pragmatis!
Diketahui, Ahmad Sahroni merupakan Bendahara Umum Nasdem sekaligus legislator DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta. Sementara itu, Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Gubernur Jakarta periode 2017-2022.
Kala itu, Anies diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. Sementara, Partai NasDem memberikan dukungannya ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk Pilgub DKI 2017.
Artikel Terkait
Pilkada DKJ: Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Dipilih Berdasarkan Suara Terbanyak
Banyak Petahana Tumbang! Pendatang Baru Kuasai Kursi DPR di Dapil DKI Jakarta II
Alasan Fraksi PKS Tolak RUU DKJ
Pemprov DKI Jakarta Buka Posko Pendaftaran KJMU
Kemenkumham DKI Jakarta Ambil Sumpah dan Janji Setia Pewarganegaraan Pesepak Bola Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye