Senin, 31 Agustus 2026

Dari Rangkah ke Puncak Syuriyah NU, KH Miftachul Akhyar Kembali Dipercaya Menjadi Rais Aam 2026-2031

Photo Author
Ninis Indrawati, Nawacita Post
- Senin, 31 Agustus 2026 | 07:12 WIB
KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
KH Miftachul Akhyar kembali terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.

Tahap berikutnya membawanya ke tingkat nasional. Pada periode 2015-2020, ia menjadi Wakil Rais Aam PBNU mendampingi KH Ma'ruf Amin. Ketika KH Ma'ruf Amin maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019, Kiai Miftach kemudian dipercaya sebagai Penjabat Rais Aam PBNU sejak 2018.

Dengan kata lain, perjalanan Kiai Miftach di NU membentuk sebuah lintasan yang relatif lengkap: Surabaya → Jawa Timur → PBNU.

Lintasan tersebut pula yang membuat namanya memiliki rekam jejak panjang sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi dalam struktur Syuriyah NU.

Dua Kali Dipilih AHWA, Kini Kembali untuk Periode Ketiga

Kepercayaan terhadap Kiai Miftach bukan baru muncul pada Muktamar ke-35.

Pada Muktamar ke-34 NU di Lampung, sembilan anggota AHWA bermusyawarah dan secara mufakat menetapkannya sebagai Rais Aam periode 2021-2026.

Lima tahun kemudian, pola yang hampir sama kembali terjadi.

Dalam Muktamar ke-35 di Tambakberas, sembilan ulama AHWA kembali bermusyawarah dan menetapkan Kiai Miftach sebagai Rais Aam untuk masa khidmat 2026-2031.

Artinya, kepercayaan tersebut bukan hanya tentang sosok personal Kiai Miftach, tetapi juga menunjukkan bagaimana mekanisme AHWA digunakan NU untuk memilih figur yang dianggap memiliki kapasitas keulamaan dan kepemimpinan Syuriyah.

Pernah Memimpin MUI, tetapi Memilih Fokus ke NU

Kiai Miftach juga pernah dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pada Munas X MUI November 2020, ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan KH Ma'ruf Amin. Penetapan tersebut dilakukan secara mufakat oleh tim formatur yang terdiri dari 17 orang.

Namun, periode kepemimpinannya di MUI tidak berlangsung hingga 2025.

Setelah kembali terpilih sebagai Rais Aam PBNU dalam Muktamar ke-34 pada 2021, Kiai Miftach mengajukan pengunduran diri dari posisi Ketua Umum MUI. Pada Agustus 2023, MUI kemudian menetapkan KH Anwar Iskandar sebagai penggantinya untuk melanjutkan masa jabatan hingga 2025.

Fakta ini menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan organisasinya: ketika harus memilih antara dua amanah besar, Kiai Miftach akhirnya memusatkan pengabdian pada NU.

Rais Aam di Era Baru NU

Kini, pada usia 73 tahun, Kiai Miftach kembali memperoleh mandat untuk memimpin Syuriyah PBNU hingga 2031.

Penetapan tersebut terjadi ketika NU memasuki fase baru setelah Muktamar ke-35. Tantangan organisasi pun semakin kompleks: menjaga tradisi pesantren sekaligus merespons perubahan sosial, ekonomi, teknologi, pendidikan, serta dinamika kehidupan kebangsaan.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

AHWA Sepakat, Gus Kikin Resmi Nahkodai PBNU 2026-2031

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:10 WIB