Minggu, 30 Agustus 2026

Muktamar ke-35 NU di Jombang: Dari Perdebatan Gagasan Menuju Keputusan Strategis Organisasi

Photo Author
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:00 WIB

Persoalan Kepemimpinan dan Masa Depan NU

Selain membahas agenda organisasi, dinamika kepemimpinan juga menjadi perhatian besar dalam Muktamar ke-35.

Pergantian atau penetapan kepemimpinan bukan sekadar persoalan siapa yang menduduki jabatan strategis. Pilihan tersebut akan menentukan corak kebijakan, prioritas program dan cara NU merespons berbagai tantangan dalam periode mendatang.

Karena itu, proses pemilihan pemimpin idealnya tidak berhenti pada pertarungan figur atau kekuatan kelompok.

Yang jauh lebih penting adalah gagasan apa yang ditawarkan, bagaimana arah organisasi akan dibangun, serta sejauh mana calon pemimpin mampu menjaga persatuan di tengah keragaman warga NU.

Muktamar pada akhirnya bukan hanya memilih sosok, tetapi memilih arah.

Keputusan Muktamar Jangan Berhenti di Atas Kertas

Perhatian publik terhadap Muktamar biasanya mencapai puncaknya ketika keputusan telah diketuk.

Namun, justru setelah palu sidang diketukkan, pekerjaan sebenarnya dimulai.

Keputusan tentang pendidikan harus mampu memperkuat lembaga pendidikan NU. Agenda pemberdayaan ekonomi harus menyentuh warga Nahdliyin. Kaderisasi harus melahirkan generasi penerus yang memiliki kapasitas sekaligus memahami tradisi NU.

Demikian pula dengan penguatan organisasi. Keputusan di tingkat pusat harus mampu diterjemahkan hingga struktur NU di tingkat wilayah, cabang, ranting dan komunitas akar rumput.

Jangan sampai Muktamar menghasilkan dokumen yang rapi, tetapi pelaksanaannya tidak terasa di tengah masyarakat.

Sebab, keberhasilan organisasi pada akhirnya tidak diukur dari banyaknya rekomendasi yang dihasilkan, melainkan dari seberapa jauh rekomendasi tersebut mampu mengubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

Menjaga Tradisi, Menjawab Perubahan

Muktamar ke-35 NU juga membawa pertanyaan yang lebih besar: bagaimana NU mempertahankan kekuatan tradisinya sekaligus tetap relevan menghadapi perubahan zaman?

NU memiliki modal sosial yang sangat besar. Jaringan ulama, pesantren, lembaga pendidikan, badan otonom serta struktur organisasi yang mengakar menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak organisasi lain.

Namun, modal tersebut harus disertai keberanian melakukan inovasi.

Generasi muda membutuhkan ruang. Perubahan teknologi membutuhkan respons. Ekonomi umat membutuhkan strategi baru. Pendidikan membutuhkan pembaruan. Sementara tantangan sosial membutuhkan kehadiran NU yang semakin nyata.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini