Hingga berita ini diturunkan, Polres Jombang belum memberikan keterangan resmi mengenai laporan yang disebut Gus Salam tersebut.
Pihak penyelenggara Muktamar NU juga belum memberikan klarifikasi atas dugaan penganiayaan, intimidasi, maupun pembatasan gerak peserta yang disampaikan dalam konferensi pers.
Perkembangan kasus ini patut ditunggu. Sebab, Muktamar NU bukan sekadar forum organisasi, melainkan ruang tertinggi pengambilan keputusan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Jika dugaan tersebut terbukti, persoalannya tentu tidak lagi sekadar konflik antarpeserta. Namun jika tidak terbukti, klarifikasi dan penjelasan resmi juga penting agar tidak muncul persepsi liar mengenai pelaksanaan Muktamar NU di Jombang. ***