Tidak Ada Persoalan dari Sisi Rekam Jejak Organisasi
Dengan demikian, jika dilihat dari ketentuan mengenai pengalaman kepengurusan, Gus Rozin memiliki basis administratif yang relatif kuat. Ia pernah berada di tingkat badan otonom, lembaga PBNU, PCNU, PBNU, hingga PWNU.
Bahkan saat ini ia masih dipercaya memimpin PWNU Jawa Tengah.
Rekam jejak tersebut menjadi pembeda penting dalam bursa Ketua Umum PBNU. Gus Rozin tidak hadir sebagai figur yang baru memasuki organisasi ketika proses suksesi berlangsung, melainkan sebagai kader yang telah melewati berbagai jenjang pengabdian.
Menjelang Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026, dengan demikian, tantangan bagi Gus Rozin bukan lagi persoalan apakah ia memiliki pengalaman organisasi yang dipersyaratkan, melainkan bagaimana mengonsolidasikan dukungan muktamirin dan meyakinkan forum Muktamar terhadap gagasan kepemimpinan yang ia tawarkan.
Dari sisi rekam jejak organisasi, Gus Rozin datang ke arena Muktamar dengan pengalaman yang berlapis—dari kader, pesantren, cabang, wilayah hingga pusat. ***