Jumat, 10 Juli 2026

PPNI Desak Aparat Dapat Menjamin Keselamatan dan Keamanan Perawat

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Jumat, 10 April 2020 | 18:30 WIB

Jakarta, Nawacitapost - Persatuan Perawat Nasional Indonesia mengecam keras penolakan jenazah yang dilakukan oleh oknum-oknum warga yang disebut tidak memiliki rasa kemanusiaan.


Dari laporan yang diterima PPNI sudah 10 perawat yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas kemanusiaan menghadapi pandemi virus Corona COVID-19 di Indonesia. Termasuk perawat NK yang wafat pada Jumat (10/4/2020) pagi tadi ditolak warga setempat untuk dimakamkan di Ungaran, Jawa Tengah.


"Terpaksa jenazah perawat NK dikembalikan ke kamar jenazah RS Kariadi Semarang, dan baru selesai dimakamkan malamnya di tempat pemakaman yang ketiga yaitu pemakaman keluarga pegawai RS Kariadi Semarang," tulis siaran pers PPNI.


Menurut PPNI, warga cenderung melawan hukum dengan memberi stigma negatif dan diskriminasi terhadap almarhumah perawat NK yang gugur dalam tugas kemanusiaan.


"Kami tegaskan bahwa jenazah almarhum NK dipastikan telah dilakukan perawatan dan pemulasaran jenazah sesuai dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan," jelas Harif Fadhilah


Lebih lanjut ditegaskan Harif Fadhilah, tidak ada alasan menolak perawat, apalagi memberi stigma negatif yang berlebihan kepada almarhum sejawat yang gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.


Lebih dalam siaran pers tersebut, PPNI mendesak aparat dapat menjamin keselamatan dan kamanan para perawat yang bertugas. "PPNI juga mendesak penegak hukum untuk mengusut penolakan, stigmatisasi, kriminalisasi yang menimpa almarhum perawat NK," imbuhnya.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini